Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Persiapan Fisik Menjelang Hari Pernikahan

Hari pernikahan bagi siapa pun adalah hari yang istimewa dan sakral. Karena itu tidak sedikit pasangan, terutama para wanita yang melakukan persiapan jauh hari sebelumnya dengan tujuan agar di hari-H bisa tampil beda.
Artikel pada tulisan ini mengulas beberapa tahapan perawatan yang harus dilakukan menjelang hari pernikahan. Beberapa fisik harus dilakukan calon mempelai menjelang hari istimewanya. Mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut. Persiapan fisik luar dan tubuh ini, setidaknya dilakukan tiga bulan sebelum hari pernikahan.

Perawatan Rambut Menjelang Hari Pernikahan
Ada beberapa macam perawatan rambut yang bisa dilakukan. Mulai dari creambath, hair mask atau hair spa. Masing-masing perawatan harus disesuaikan dengan kondisi rambut anda. Jika rambut cenderung normal, perawatan dengan cara creambath seminggu sekali sudah cukup. Tetapi bila rambut pernah mengalami proses pewarnaan, rebonding atau dikeriting, perawatan yang paling baik adalah hair mask atau hair spa. Dengan perawatan seperti ini diharapkan, ketika ditata pada hari pernikahan nanti, rambut Anda terlihat lebih sehat dan indah. Untuk menghemat biaya anda bisa melakukan perawatan di rumah tentunya dengan bantuan saudara atau teman terdekat Anda.

Perawatan Wajah Menjelang Hari Pernikahan
Untuk wajah, perawatan yang bisa dilakukan: facial, peeling dan masker. Perawatan ini bertujuan untuk membersihkan wajah dari jerawat dan mengangkat sel-sel kulit yang telah mati. Wajah akan terlihat lebih segar pada hari bahagia Anda, dan juga tidak mudah berminyak. Ada juga yang berpantang tidak makan garam satu bulan sebelumnya dengan tujuan agar wajah tidak berminyak dan make up bisa tahan lama. Anda pun bisa melakukan face massage dan face scrub yang sangat berguna untuk melancarkan aliran darah di wajah.

Perawatan Kulit Tubuh Menjelang Hari Pernikahan
Ada beberapa cara untuk mendapatkan kulit yang indah. Bisa dengan luluran atau scrub. Luluran atau scrub berfungsi mengangkat sel-sel kulit yang sudah mati dan merangsang pertumbuhan sel-sel baru. Sama seperti rambut, perawatan untuk kulit tubuh pun bisa dilakukan sendiri di rumah. Apalagi saat ini telah tersedia banyak produk body scrub di pasaran. Tidak hanya praktis, tapi jauh lebih murah dan hemat. Dengan melakukan body scrub secara rutin di rumah, kulit akan lebih cerah dibanding biasanya.
Body scrub ini tidak hanya berfungsi mengangkat sel-sel mati, tetapi sekaligus memutihkan dan untuk relaksasi. Jadi, tak hanya membuat kulit tampak lebih cerah, lembut dan cantik, relaksasi tubuh dan pikiran pun akan didapatkan. Malah anda akan dimanjakan oleh parfumnya yang tahan lama.

Perawatan Tangan dan Kaki Menjelang Hari Pernikahan

Lakukan manicure dan pedicure agar kaki dan tangan anda terlihat lebih indah, rapih dan bersih. Jika perlu, lakukan juga nail spa atau nail mask agar permukaan kuku nampak sehat bercahaya.

Perawatan Penunjang
Untuk mendapatkan hasil maksimal bagi tubuh, ada juga beberapa perawatan penunjang yang tak kalah pentingnya, diantaranya: Minum jamu, olah raga, dan mencari referensi lain selain cara-cara di atas.
Minum jamu dilakukan untuk menjaga agar stamina tubuh menjelang hari pernikahan tetap fit. Ini dapat dilakukan 30 hari menjelang hari pernikahan. Kemudian, jika penampilan Anda ingin dikagumi banyak orang, rajin-rajinlah berolah raga. Selain badan menjadi lebih fit, bentuk tubuh Anda juga akan semakin ideal.

Untuk lebih memudahkan tahapan-tahapan apa saja yang harus dilakukan menjelang hari pernikahan, ada baiknya mencari lebih banyak lagi referensi dari majalah ataupun internet dan Anda akan mendapat lebih banyak pengetahuan bagaimana merawat fisik dan tubuh Anda yang diharapkan terlihat keren dan anggun minimal pada saat hari yang ditunggu nanti, yaitu Pernikahan Anda.
Semoga berhasil.
More aboutPersiapan Fisik Menjelang Hari Pernikahan

Kecerdasan Anak Dipengaruhi oleh Komunikasi Orang Tua Sejak Dini

Penelitian yang dilakukan oleh  Betty Hart dan Todd Risley dalam buku berjudul Meaningful Differences in the Everyday Experience of Young American Children, telah menyimpulkan bahwa "Anak yang sering diajak komunikasi oleh orang tuanya semenjak dari kecil bahkan ketika masih dalam kandungan akan lebih cerdas".
Risetnya tersebut semula menganalisa perilaku 42 orang tua kepada bayinya selama tiga tahun. Penelitian tersebut dilakukan kepada bayi usia 7 bulan hingga 36 bulan. Seluruh perilaku orang tua kepada bayi dan juga interaksi bayi dengan orang dan lingkungan sekitar dicatat. Hasil penelitian itu ditulis sekitar enam tahun dengan jumlah halaman 30.000 berisi deskripsi penelitian, coding serta hasil dari penelitian tersebut.

Dari hasil riset panjang itu ditemukan adanya hubungan antara kesuksesan akademis seorang anak dengan jumlah kata yang diucapkan orangtua pada sang anak hingga usia tiga tahun. Tiga hasil penting dari penelitian Hart dan Risley lainnya adalah:
  1. Kemampuan bahasa dan IQ anak tergantung dari seberapa sering orangtua mengajak anaknya bicara.
  2. Sukses akademis anak di usia sembilan dan 10 tahun dipengaruhi banyaknya kata atau pembicaraan yang mereka dengar dari lahir hingga usia tiga tahun.
  3. Orangtua dengan anak yang punya kemampuan akademis lebih bicara lebih sering dengan anak mereka, ketimbang orangtua yang kemampuan akademis anaknya kurang.
Dalam buku tersebut disimpulkan juga bahwa ada korelasi antara status sosial ekonomi dengan seberapa banyak kata yang didengar anak sejak lahir. Berikut ini penjelasannya:
  1. Bayi dari keluarga kalangan profesional rata-rata mendengar 2.100 kata per jam.
  2. Bayi dari keluarga kelas pekerja rata-rata mendengar 1.200 kata per jam.
  3. Bayi dari keluarga kurang mampu rata-rata mendengar 600 kata per jam.
Sehingga jika disimpulkan, anak-anak dari keluarga yang sosial ekonominya lebih tinggi mendengar 3,5 kata lebih banyak dari keluarga dengan status sosial ekonomi di bawahnya. Ketika si anak berusia tiga tahun, anak dari keluarga kalangan profesional sudah mendengar lebih dari 30 juta kata. Apakah perbedaan pengetahuan soal jumlah kata ini mempengaruhi performa anak di sekolah menjadi lebih baik? Hart dan Risley yakin memang demikian.

Dijelaskan Risley, yang paling mempengaruhi sebenarnya bukan status sosial ekonomi keluarga si anak. Tapi seberapa banyak kata yang mereka dengar dan seberapa sering orangtua mengajak ngobrol. Jadi meskipun anak datang dari keluarga kalangan profesional namun jarang diajak mengobrol, skor akademisnya mungkin saja tidak terlalu baik. Sedangkan anak dari kelas pekerja dan punya orangtua yang sering mengajak mengobrol serta diskusi, perfoma di sekolahnya bisa sangat baik.

Kedua peneliti itu melihat adanya hubungan yang kuat antara mengajak anak bicara sejak dini dengan prestasi mereka. Anak yang mendengar kata lebih banyak saat dia masih bayi bisa menggunakan lebih banyak kata saat mereka dites di usia tiga tahun. Dan ketika anak-anak ini dites di kelas tiga, performa mereka dalam tes perbendaharaan kata dan membaca lebih baik. Sehingga kesimpulan akhirnya menyatakan bahwa Kecerdasan Anak Dipengaruhi oleh Komunikasi Orang Tua Sejak Dini.

More aboutKecerdasan Anak Dipengaruhi oleh Komunikasi Orang Tua Sejak Dini

Pentingnya Pendidikan Seks Bagi Keluarga

Berdasarkan hasil riset di 12 kota besar di Indonesia disebutkan bahwa 62,1 persen siswi SMP pernah berhubungan intim alias berzina dan 22 persen siswi SMU pernah melakukan Aborsi. Selain itu banyak pula kasus lain seperti pelecehan seksual yang dilakukan anak-anak dan remaja kepada sesamanya atau bahkan dilakukan antara saudara laki-laki kepada saudara perempuannya.
Ada banyak hal yang dapat mencegah fenomena di atas, salah satunya adalah yang menjadi inti itu semua adalah pendidikan seks di keluarga. Pendidikan seks dinilai perlu disampaikan di kalangan keluarga mengingat keluarga merupakan sumber pendidikan yang utama dan pertama untuk seorang anak dan remaja.
Pendidikan seks di sini bukan dalam pengertian bagaimana cara melakukan hubungan seks, tetapi upaya pengajaran dan penerapan tentang masalah-masalah sesksual yang diberikan pada anak, dalam usaha menjaga anak dari kebiasaan yang tidak etis serta menutup segala kemungkinan ke arah hubungan seksual yang terlarang yaitu zina.
Pendidikan seks untuk keluarga juga harus diterapkan kepada anak sesuai dengan usia mereka, sesuai dengan fase perkembangan mereka. Menurut para psikologi pase perkembangan mereka itu adalah sebagai berikut:
1. Masa Pra Pubertas
Fase ini ada pada usia antara 7-10 tahun. Pada tahap ini anak bisa diajari untuk mengenali identitas diri berkaitan dengan organ biologis mereka dan perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Pada masa ini juga anak diberi pengertian tentang meminta izin dan memandang sesuatu ketika akan memasuki kamar orang tuanya
2. Masa Pubertas
Fase ini ada sekitar usia 10-14 tahun. Pada tahap ini anak harus diberi penjelasan mengenai fungsi biologis secara ilmiah, batas kesopanan, akhlak pergaulan laki-laki, dan menjaga kesopanan, serta harga diri. Anak harus dijauhkan dari berbagai rangsangan seksual, seperti bioskop, buku-buku porno, buku-buku yang memperlihatkan keseksian wanita dengan pakaian-pakaian mini dan sebagainya.
3. Masa Adolesens
Fase ini disebut juga fase remaja sekitar 14-16 tahun. Pada tahap ini adalah fase yang paling kritis dan penting. Naluri ingin tahu dalam diri anak semakin meningkat. Pada masa ini juga anak sudah siap menikah (ditandai dengan mulai berfungsinya alat-alat reproduksi), maka anak bisa diberi pelajaran tentang etika hubungan seksual.
4. Masa Adolesens (Masa Pemuda)
Setelah masa adolesens masuklah mereka ke masa pemuda dan pemudi, pada masa ini anak diberi pelajaran tentang etika "menjaga diri" jika belum mampu melaksanakan pernikahan.

Dengan upaya-upaya di atas mudah-mudahan keluarga dan lingkungan kita bisa terhindar dari permasalahan sosial terkait pengimpangan seksual yang semakin hari kian menjadi-jadi.

Literatur : Memahami Esensi Pendidikan untuk diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat 
dan Peranan Keluarga bagi Pendidikan Anak.
More aboutPentingnya Pendidikan Seks Bagi Keluarga