Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Mari Berbagi Waktu

Bagi siapa pun, waktu merupakan modal utama dalam kehidupan. Seseorang yang akan berbuat jahat atau beramal shaleh pasti memerlukan terhadap waktu. Waktu pula yang akan menentukan seseorang sukses dan gagal dalam hidupnya. Demikian pula urusan akhirat kelak, seseorang bisa masuk surga atau neraka karena waktu. Apalagi untuk urusan keluarga, waktu untuk istri, suami, dan anak-anak adalah modal awal untuk bisa saling memberikan perhatian dan memenuhi kebutuhan masing-masing.
Prilaku menyimpang serta kejahatan lainnya yang dilakukan anak-anak, sering kali berawal dari persoalan pembagian waktu para orang tuanya yang tidak seimbang. Aktifitas di luar banyak mengorbankan anggota keluarga di rumah.
Biasanya, dampak buruk dari hal di atas adalah berkurangnya rasa nyaman dalam keluarga yang dapat menjadi bom waktu yang siap meledak. Anak-anaklah yang menjadi korban utama. Perlu diingat bahwa dampak buruk pada anak yang menjadi korban ini akan berkepanjangan. Karena tidak akan ada orang yang bisa menggantikan ibu dan bapak kandungnya. Berbeda dengan suami dan istrinya yang akan lebih cepat mendapatkan pengganti pasangan hidupnya.

Memilih dan Memilah Pekerjaan
Berawal dari memilih dan memilah pekerjaan, banyak orangtua disibukkan oleh pekerjaannya. Tuntutan maksimal dalam karir kerap mengorbankan keluarga. Walupun pada sisi yang lain, suatu saat sesorang akan dituntut untuk mampu bekerja sambil meninggalkan keluarga untuk waktu-waktu tertentu.
Memilih jenis pekerjaan, waktu, jarak serta beban fisik dan psikis, tampaknya harus kita pertimbangkan matang. Karena keseimbangan harus tetap dibangun antara mencari kasab dan mengawasi keluarga.
Keluarga tidak hanya membutuhkan rupiah, tapi juga sentuhan ruhiyah yang bermakna komunikasi batin lebih mereka pentingkan. Ibaratnya, untuk sentuhan material anggota keluarga yang ditinggal suami / istri masih bisa berhutang kepada saudara dan tetangga sebelah, tetapi kalau urusan batin tidak demikian adanya.
Kebutuhan biologis suami-istri pun harus dipertimbangkan, karena sebagai sunnatullah, seseorang yang sudah berumah tangga akan memiliki hasrat biologis yang tinggi. Jangan sampai terbuka pelanggaran moral akibat dari kekurangmampuan pemenuhan kebutuhan biologis tersebut. Bukan satu-dua kasus laki-laki melakukan nikah sirri di tempatnya bekerja. Itu dilakukan karena kebutuhan yang mendesak. Tetapi pernahkah suami memikirkan istrinya yang memiliki beban penderitaan karena kebutuhan biologisnya yang tidak terpenuhi? Mereka tidak akan memiliki kesempatan yang sama seperti halnya kaum Bapak yang melakukan nikah sirri di tempat kerjanya.
Bukan hanya dalam kasab saja, tetapi aktifitas sosial pun harus menjadi bahan pertimbangan. Tetapi bukan berarti kita melepaskan diri dari aktifitas sosial. Karena dengan aktifitas sosial banyak sekali nilai manfaatnya, baik sebagai pengabdian kita kepada ALlah atau sebagai partisipasi sosial kita terhadap kemaslahatan ummat.  Hanya butuh waktu kita untuk tidak melupakan yang lebih pokok, yaitu pengawasan keluarga. Karena pada kenyataannya banyak orang sukses mengabdi di wilayah sosial juga mampu membina kehidupan keluarganya. Bahkan pada kasus-kasus tertentu, mereka yang aktifis sosial memiliki kecenderungan lebih sukses dan berhasil dalam membina keluarganya.
Berbagi waktu pun bukan hanya untuk keperluan keluarga saja, tetapi juga keperluan pribadi yang tidak bisa begitu saja dinomor-duakan. Seringkali para suami-istri yang sibuk dengan pekerjaan dan aktifitas sosialnya melupakan jam makan dan waktu untuk berolah-raga. Padahal dua perkara tersebut begitu penting dan cukup dominan dalam mempengaruhi pola hidup. Baru disadari biasanya ketika penyakit semakin rawan serta sulit untuk disembuhkan, di saat fisiknya susah distabilkan.
Rasulullah telah memberikan teladan baik bagi kita sebagai umatnya. Dalam hal waktu beliau membaginya bukan hanya untuk kebutuhan ibadah yang bersifat hablum minallah saja, tetapi juga bukan hanya untuk umat belaka. Keluarga dan kebutuhan pribadinya senantiasa mendapatkan porsi yang cukup mendapat jatah dan bagian waktu. Senantiasa mampu berkomunikasi dengan para isterinya, dekat dengan anak-anaknya, bahkan untuk memenuhi hajat pribadinya pun selalu ada waktu yang disediakan.
Berbagi waktu dengan keluarga bukan berarti tidak boleh jauh dari rumah, bukan pula maknanya tidak boleh mencari kasab di luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri, tetapi dengan kesibukan kita sebagai pekerja, pelaku bisnis dan aktifis sosial jangan sampai mengorbankan tugas utama kita, yaitu membina keluarga serta membangun komunikasi, sehingga kita fahami berbagai persoalannya dan kehidupan kita juga mereka memahaminya.
Berada di tengah keluarga dengan memaksimalkan waktu, kita akan lebih faham karakter yang dimiliki oleh anggota keluarga kita. Sekaligus akan mengetahui apa kebutuhan serta persoalan yang mereka hadapi. Bagaimana pun rumah adalah sekolah utama bagi anggota keluarga. Sebagai pendidikan utama, maka rumah harus memiliki sarana belajar, materi pembelajaran, bahkan lebih penting lagi siapa yang akan mengajar kita.
Jika fasilitas dan peserta ajarnya ada, sedangkan pengajarnya tidak ada, atau jarang ada di rumah, maka jadilah anak-anak kita tidak mendapatkan pembelajaran. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka akan mendapatkan pembelajaran bukan dari guru yang seharusnya hadir, tetapi dari pembantu atau tetangga, kawan bermain atau orang-orang yang dipandang cocok untuk anggota keluarganya.
Di sinilah awal kesalahan terjadi, karena tidak ada waktu untuk anggota keluarga, akhirnya mereka memaksa puas mendapatkan apa yang ada dihadapannya, buka apa yang dibutuhkannya. Satu sama lain tidak lagi memiliki peran saling berbagi dan memenuhi kebutuhannya. Di antara mereka tidak ada lagi saling menghargai. Maka berbagi waktu lah dengan anggota keluarga.
Penulis: Jejen Jaenudin
More aboutMari Berbagi Waktu

Tips Meraih Cita-cita | Miliki Mental Pribadi Sukses

Meraih keberhasilan merupakan dambaan setiap orang, dan itu harus berangkat dari sikap dan mental pribadi seseorang. Tidak jarang kesuksesan hanya dalam lamunan, tidak pernah diterapkan dalam aksi dan pelaksanaan. Berikut adalah langkah awal memiliki pribadi mental menjadi orang sukses.

1. Tentukan Sasaran, memiliki visi yang jelas dan sasaran yang terarah.
Niat yang kuat atau tekad adalah modal pertama meraih target yang didambakan. Oleh karenanya perlu bermimpi dan menyusun rencana agar segala sesuatu itu dapat berjalan terarah. Adanya sasaran yang jelas membuat kita selalu fokus dan bersemangat dalam mencapai kesuksesan.

2. Selalu Optimis, miliki sikap yang positif.
Iman akan melahirkan kesuksesan besar apabila dipupuk dengan benar. Mengapa demikian? Itu karena dengan imanlah optimisme itu lahir dan dengan optimis akan mendorong seseorang menghadapi tantangan dan perjuangan yang tidak pernah dilakukan oleh kebanyakan orang.

3. Never Give Up, berani bangkit saat gagal.
Lebih berharga mencoba sesuatu dan gagal daripada tidak mencoba sama sekali dan berhasil. Hasilnya mungkin sama, tetapi Anda tidak akan demikian. Kita selalu bertumbuh melalui kekalahan-kekalahan daripada kemenangan-kemenangan.

4. Money, bijak mengatur keuangan.
Banyak entrepreneur bangkrut hanya gara-gara tidak bijak mengatur keuangannya. Yang paling sering adalah mencampuradukkan antara uang perusahaan dan uang pribadi. Meski kita berhak penuh atas uang tersebut, bukan berarti kita menggunakan dengan sembrono.

5. Perfeksionisme, hasrat untuk mencapai yang lebih baik.
Milikilah hasrat untuk menjadi yang terbaik dan hebat (great), bukan hanya sekedar baik (good). Jika kita tidak berani mencapai yang terbaik, kita hanya berada di kelas rata-rata dan memiliki kualitas rata-rata tidak akan pernah membuat kita jadi entrepreneur sukses.

6. Quiet, bersikap tenang saat bencana atau masalah datang.
Berhentilah mengeluh apalagi panik saat segala sesuatu tidak berjalan sempurna dan tidak seperti yang kita harapkan. Jika kita tenang, kita bisa berdoa dan berpikir jernih, hingga kita bisa mengambil keputusan yang bijak untuk mengatasi masalah tersebut.

7. Respect, belajar menghargai diri sendiri dan orang lain.
Sebagaimana kita ingin diperlakukan, perlakukanlah orang lain seperti itu. Hargai diri kita, relasi kita, staf atau karyawan kita, dan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Demikianlah tips meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam menggapai cita-cita. Semoga bermanfaat
More aboutTips Meraih Cita-cita | Miliki Mental Pribadi Sukses

Faktor-Faktor dan Indikator Prestasi Belajar

Dalam prosesnya, belajar ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat mempercepat atau mempelambat (sukses atau gagal). Faktor-faktor tersebut sebagaimana yang diutarakan oleh Ngalim Purwanto (tt: 102), adalah sebagai berikut:
  1. Faktor yang ada pada diri organisme sendiri sebagai faktor individual, seperti faktor kematangan atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan faktor pribadi.
  2. Faktor yang ada di luar individu atau faktor sosial, seperti faktor keluarga, atau keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang digunakan dalam proses belajar mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia dan motivasi sosial.
Hal senada dikemukakan juga oleh Muhibbin (2001: 92), dengan istilah yang sedikit berbeda tapi pada intinya sama. Mereka mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dengan tiga faktor.

Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat kita bedakan menjadi tiga macam:
  1. Faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa, seperti aspek psikologis (aspek jasmani), aspek psikologis (aspek yang bersifat rohani).
  2. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa, seperti faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial.
  3. Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.
Adapun indikator prestasi belajar menurut Abin Syamsudin Makmun (2000: 26), dengan mengutip pendapat Benyamin Bloom, indikator prestasi belajar mencakup tiga ranah, yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Ranah kognitif seperti pengamatan, indikatornya adalah dapat menunjukkan, membandingkan dan menghubungkan, ingatan indikatornya adalah dapat menyebutkan dan menunjukkan, pemahaman indikatornya adalah dapat menjelaskan dan mendefinisikan. Penerapan indikatornya adalah dapat memberikan contoh dan dapat menggunakan secara tepat. Analisis indikatornya adalah dapat menguraikan dan dapat mengklasifikasikan atau memilah-milah. Sintesis indikatornya dapat menghubungkan, dapat menyimpulkan dan dapat menggeneralisasikan (membuat prinsip umum).

Ranah rasa (afektif) seperti penerimaan indikatornya adalah menunjukkan sikap menerima dan menunjukkan sikap menolak. Sambutan indikatornya adalah kesediaan partisipasi atau terlibat dan kesediaan memanfaatkan. Apresiasi indikatornya adalah menganggap penting dan bermanfaat, menganggap indah dan harmonis, dan mengagumi. Internalisasi indikatornya adalah mengetahui dan meyakini dan mengingkari. Karakterisasi indikatornya adalah melembagakan atau meniadakan dan menjelmakan dalam pribadi dan perilaku sehari-hari.

Ranah karsa (psikomotor) seperti keterampilan bergerak dan bertindak indikatornya adalah mengkoordinasikan gerak mata, tangan, kaki dan anggota badan lainnya. Kecakapan ekspresi verbal dan non verbal indikatornya mengucapkan, membuat mimik dan gerakan jasmani.
More aboutFaktor-Faktor dan Indikator Prestasi Belajar

Teori Tentang Prestasi Belajar Siswa

Teori Tentang Prestasi Belajar Siswa- Istilah prestasi belajar dapat didefinisikan secara sederhana seperti dikemukakan oleh Woodworth (dalam Sumadi Suryabrata, 1993: 169), dengan actual ability yang dapat diukur dengan alat atau tes tertentu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, hal. 700), dikatakan prestasi adalah hasil yang dicapai, karena perbuatan, tindakan atau kepandaiannya sehingga dapat dibedakan antara kemampuan seseorang dengan orang lain atau hasil yang dicapai dari yang telah dilakukan.

Sedangkan istilah belajar, para pakar mendefinisikan beragam tetapi pada intinya banyak mempunyai kesamaan. Chaplin dalam bukunya "Dictionary of Psychology" sebagaimana yang dikutip oleh Muhibbin Syah (2001: 90), membatasi belajar dengan dua macam rumusan. Rumusan pertama berbunyi: belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relative menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Rumusan keduanya belajar ialah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.

Hintzman (Muhibbin Syah, 2001: 90), berpendapat bahwa belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia dan hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.

Sementara itu Gagne (Ngalim Purwanto, hal. 83), menyatakan bahwa belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa, sehingga perbuatannya (performance) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.

Proses belajar mengajar pada dasarnya diarahkan agar terjadi perubahan pada siswa, baik dalam pengetahuan, keterampilan maupun pada sikapnya. Hamalik (2001: 159), mengatakan bahwa hasil belajar menunjukkan pada prestasi belajar sedangkan prestasi belajar merupakan indikator adanya derajat perubahan tingkah laku siswa.

Abin Syamsudin (2000: 185), menyatakan hasil belajar atau prestasi belajar adalah kecakapan yang segera dapat didemonstrasikan dan diuji karena merupakan hasil usaha belajar yang bersangkutan dengan cara, bahan dan dalam hal tertentu yang dijalaninya. Nana Sudjana (1995: 124), memberikan pengertian prestasi belajar atau hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa sesudah ia menerima pengalaman belajar.
More aboutTeori Tentang Prestasi Belajar Siswa

Kisah Inspirasi Si Penemu Lampu Pijar Thomas Alva Edison

Cerita nyata Thomas Alva Edison si penemu berbagai macam dan yang paling popular temuannya “lampu pijar”, yang akan dipaparkan di bawah ini merupakan kisah inspiratif yang dapat memicu motivasi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan. Dari kisah Thomas Alva Edison tersebut kita dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa kesuksesan itu ada pada proses, yaitu proses mengerjakan ratusan bahkan ribuan percobaan / eksperimen. Dia mengatakan : “Keberhasilan saya ini diperoleh dari 99% keringat/kerja keras, 1% sisanya inspirasi / IQ”.

Ok langsung aja simak paparannya :
Dilahirkan di Negara Milan, tepatnya di Ohio pada tgl 11 Februari 1847 M. Tahun 1854 orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana. Sewaktu kecil Edison hanya sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan. Gurunya memperingatkan Edison kecil bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk mengajar sendiri Edison di rumah (Thomas Alva Edison di DO dari sekolahnya). Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini dilakukan karena ketika di sekolah Edison termasuk murid yang sering tertinggal dan ia dianggap sebagai murid yang tidak berbakat.

Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar. Pada usia sebelas tahun Edison membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.

Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.

Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Oplahnya mencapai 400 sehari.

Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.

Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan percobaan-percobaan tehnik. Tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.

Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium inilah ia menelurkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.

Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam.

Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.

Thomas Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang dibangun pada jalur berputar.

Melewati tahun 1920-an kesehatannya kian memburuk dan beliau meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.


FAKTA UNIK : THOMAS ALVA EDISON menjadikan banyak PELUANG.

Di antara berbagai kisah sukses pendiri General Electric itu terselip beberapa fakta menarik. Berikut ini kami sajikan 10 diantaranya.

Thomas Alva Edison - sulit mendengar tetapi bukan berarti tuli
Edison kerap kali disebut tuli. Padahal ia bukan sama sekali tidak bisa mendengar, namun memiliki kesulitan untuk mendengar secara sempurna. Penyebabnya berbeda menurut beberapa sumber. Ada yang menyebut karena demam ketika ia masih kecil serta beberapa kali infeksi bagian tengah telinga yang tidak diobati. Ada juga yang menyebutkan karena telinganya dipukul kondektur kereta api ketika laboratorium kimianya di gerbong barang terbakar.

Thomas Alva Edison. Surat kabar di atas kereta pertama
Kegemaran Edison bereksperimen di gerbong kereta api membuatnya memiliki laboratorium di dalam gerbong barang meski akhirnya laboratorium itu terbakar. Edison kemudian membangun kembali laboratorium kimia dan percetakan di bagasi mobil. Dari sinilah ia mempublikasikan Grand Trunk Herald yang merupakan surat kabar pertama yang dipublikasikan di atas kereta.

Thomas Alva Edison merancang Dot dan Dash
Edison memiliki 3 orang anak dari pernikahannya dengan Mary Stilwell. Dua orang anaknya diberi nama panggilan unik, Dot (Marion Estelle Edison) dan Dash (Thomas Alva Edison Junior), yang diduga diambilnya dari lambang yang digunakan dalam sandi Morse yaitu titik “.” dan garis “-”.

Thomas Alva Edison Kreatif Melamar Mina dengan kode Morse
Setelah Mary Stilwell meninggal dunia, Edison bertemu Mina Miller yang adalah seorang anak penemu, Lewis Miller. Ia mengajari Mina kode Morse agar mereka dapat berkomunikasi secara rahasia dengan ketukan kode di tangan mereka. Suatu hari Edison bertanya kepada Mina: .- – ..- .-.. -.. -.- – ..- – .- .-. .-. -.- – . yang kemudian dijawab Mina dengan: -.- . … Tak lama kemudian, keduanya pun menikah.

Thomas Alva Edison menolak disebut gagal
Edison memprotes sebuah surat kabar yang memuat judul berita utama: “Setelah 9.955 kali gagal menemukan bola lampu pijar, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”. Ia meminta judul berita itu diganti. Keesokan harinya, atas permintaan Edison, surat kabar itu mengganti judul berita utamanya menjadi: “Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”

Thomas Alva Edison, Paten pertamanya yang gagal
Pada tahun 1869, di usianya yang ke-22, Edison memperoleh paten pertamanya untuk mesin perekam suara telegrafik yang dirancangnya untuk badan legislatif. Dengan alat itu, setiap anggota badan legislatif cukup menggerakkan satu tombol pada mesin yang akan merekam RUU yang dipilihnya. Sayangnya, alat tersebut ditolak badan legislatif karena cara kerjanya yang lambat.

Thomas Alva Edison membuat mesin tato
Pada tahun 1876, Edison mematenkan Stencil-pens, sebuah alat yang kemudian dimodifikasi Samuel O’Reilly untuk menjadi mesin tato pertama. Namun ia tetap dianugerahi penghargaan atas penemuan mesin tato yang pertama.

Thomas Alva Edison si pembuat laboratorium riset industri pertama
Setelah menjual quadruplex telegraf yang dibeli Western Union seharga $10 ribu, Edison menggunakan uang yang diperolehnya untuk membangun sebuah tempat yang sengaja akan dikhususkannya untuk terus menghasilkan serta mengembangkan produk inovasi teknologi. Tempat yang terletak di Menlo Park, New Jersey itu akhirnya berkembang menjadi laboratorium riset industri pertama di dunia.

Thomas Alva Edison si Penyihir Menlo Park
Julukan tersebut didapat Edison setelah berhasil menemukan fonograf pada tahun 1877 sekaligus mengangkat popularitasnya. Pencapaian itu sangat tidak disangka-sangka oleh banyak orang sehingga tampak seperti sihir. Fonograf pertamanya berhasil merekam suara pada kertas timah yang mengelilingi sebuah silinder beralur. Namun kulitas suara yang dihasilkan masih buruk dan hasil rekamannya hanya bisa diputar ulang beberapa kali saja.

Thomas Alva Edison, "Si Penemu Listrik" yang bermanfaat untuk semua
Konsep dan implementasi pembangkit tenaga listrik beserta pendistribusiannya ke rumah, kantor, dan pabrik sangat penting dalam perkembangan dunia industrialisasi modern. Edison lah yang pertama kali muncul dengan konsep itu. Pembangkit tenaga listriknya yang pertama dibangun di Manhattan Island, New York pada 1882.
More aboutKisah Inspirasi Si Penemu Lampu Pijar Thomas Alva Edison

Strategi Untuk Meraih Kesuksesan

Kata sukses akan selalu diucapkan oleh mereka yang ingin merubah kehidupannya ke arah yang lebih baik. Mengenai arti sukses difahami seseorang dengan makna yang bermacam-macam tergantung latar sudut pandang orang tersebut memandang kesuksesan itu. Dan yang pasti walau tak setiap orang mengatakan kesuksesan tetapi dapat dipastikan semuanya menginginkan cara meraih kesuksesan dalam hidupnya.

Setiap orang memandang arti dan makna sukses berbeda-beda tergantung kontek sukses yang dijalaninya, dan yang pasti walau definisi sukses itu bervariasi tetapi garis besar maknanya akan sama. Seorang yang berprofesi sebagai dokter akan mengatakan sukses jika dia dapat membantu pasien menghadapi penyakitnya, seorang Guru Sukses bila anak didiknya lulus sekolah, pedagang akan mengartikan sukses jika dagangannya laris, seorang pelajar atau mahasiswa sukses jika dia berhasil melewati ujian-ujian di kampusnya, dan seterusnya.

Oleh karena sukses itu tergantung pada konteks profesi dalam kehidupan seorang manusia maka diperlukan strategi khusus untuk meraihnya. Sebab tujuan yang ingin dicapai itu tidak begitu saja dapat terjadi dibutuhkan cara atau langkah yang efektif agar cepat mendapatkannya.

Dalam tulisan kali ini saya menyuguhkan kepada pembaca bagaimana strategi cara untuk meraih kesuksesan yang diharapkan dapat menjadi motivasi kita dalam menggapai kesuksesan dunia dan akhirat. Berikut diantara strategi untuk meraih kesuksesan :

Bangun Percaya Diri dan Kenali Potensi Diri
Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara membangun kepercayaan pada diri kita sendiri. Tampilan kita harus mempesona sehingga menarik dilihat orang lain, muncul simpati orang dan wibawa akan terpancar. Allah SWT memberikan potensi yang berbeda-beda pada setiap orang, dan dengan mengoptimalkan salah satu potensi kita yang menonjol maka akan lahirlah kepercayaan diri karena mempunyai kelebihan yang dimiliki.

Melakukan Segala Hal dengan Optimal (Kerja keras dan Disiplin)
Sukses itu tidak terjadi begitu saja, seseorang harus meraihnya dengan cara kerja keras dan disiplin. Strategi dengan cara kerja keras dan disiplin dalam segala hal sangatlah ampuh. Terbukti dengan para tokoh dan orang hebat sudah dipastikan mereka merainya dengan dua cara ini.
Memang hal ini tidak mudah untuk dilakukan, namun pasti dapat dilakukan. Dengan usaha yang maksimal (kerja keras dan disiplin) maka akan diperoleh hasil yang optimal, dan sebaliknya pekerjaan yang dilakukan dengan minimal maka hasilnya pun akan sedikit. Tetapi bagi siapa yang sudah merasa melakukannya dengan kerja keras dan disiplin dengan maksimal tetapi hasilnya tidak kunjung seperti yang diharapkan, maka jangan berkecil hati karena setiap usaha dengan niat baik akan mendapatkan balasan dihadapan Allah SWT. Jika balasan itu tidak nampak di dunia, maka di kemudian hari tentu Anda akan mendapatkannya.

Biasakan Selalu Belajar
Sifat orang yang terpelajar akan tampak berbeda dengan yang tidak terpelajar. Orang yang terpelajar itu bukan dalam pengertian yang mengenyam pendidikan formal dari SD sampai Sarjana, tetapi yang selalu mengambil pelajaran dari setiap yang terjadi dalam kehidupannya.
Kunci dari belajar adalah membaca, dan membaca tidak selalu identik dengan orang yang berpendidikan formal. Bisa saja orang yang tidak mempunyai kesempatan sekolah lebih hebat dan mampu belajar dengan lebih baik daripada mereka yang berpendidikan tinggi. Dan tidak sedikit orang yang bergelar sarjana yang mengaku dirinya orang terpelajar tetapi kurang bisa mempelajari sisi kehidupan karena lemah dalam membaca.
Mari kita membiasakan diri kita untuk belajar memahami kehidupan ini dengan cara memperbanyak membaca.

Membiasakah Hal-hal yang Positif
Strategi selanjutnya adalah dengan cara melakukan hal-hal yang sudah pasti ada positifnya. Item perbuatan dalam keseharian kita sangatlah banyak, coba kita renungkan dan pilah-pilah mana yang bernilai postif, mana yang tak bernilai dan mana yang negative. Jangan-jangan kita lebih banyak yang tak bernilai ditambah dengan satu atau dua hal yang negative.
Dengan membiasakan melakukan perbuatan postif maka suatu saat nanti akan sampai pada tujuan makna arti kesuksesan yang dicita-citakan.

Selalu Belajar dari Kegagalan
Orang sukses bukan berarti yang tidak pernah gagal, bahkan sebaliknya orang sukses adalah orang yang pasti pernah merasakan kegagalan, dan belajar dari kegagalan tersebut.
Bila kita mengalami kegagalan dalam satu kegiatan atau pekerjaan maka tidak boleh putus asa, sebab dengan putus asa maka justru akan menjadi “orang gagal”.
Kunci sukses ini pantang menyerah dalam setiap kegagalan. Yakinilah bila jatah gagal untuk kita habis maka yang akan terjadi kesuksesan.

Jadilah Entrepreneur
Menjadi seorang entrepreneur tidak berarti harus seorang wiraswastawan, namun sipapun orang dan apapun profesinya punya peluang menjadi entrepreneur asal dapat menguasai jiwa entrepreneur. Bila kita menganggap menjadi entrepremeur itu hal yang sulit untuk dijalankan, tidak berarti mustahil karena kita dapat mempelajarinya. Menjadi seorang entrepreneur tidak bergantung dengan latar pendidikan, status pekerjaan atau bahkan seorang mahasiswa pun bisa, kuncinya adalah keuletan dan keberanian.

Memaksa Diri untuk Bisa dan Pantang Menyerah
Bisa itu karena dipaksa, dengan dipaksa maka akan terbiasa. Hal ini dapat kita renungkan dari cara kita dulu ketika pertama kali belajar mengendarai sepeda waktu kanak-kanak dengan memaksakan diri kita untuk bias dan pantang menyerah, kita memaksakan diri kita waktu itu untuk bisa seperti orang lain dan akhirnya terbiasa dan hari ini kesuksesan itu sudah menjadi kenyataan.

Strategi Sukses dengan Banyak Memberi Manfaat dan Berdo’a
Kun Fayakun, apa yang terjadi maka terjadilah, semua yang terjadi di dunia ini merupakan kehendak Allah SWT. Tidak ada yang terjadi yang tanpa sekenario-Nya, dan yakinilah janji-Nya bahwa Allah SWT akan menolong seseorang selama hamba-Nya itu menolong saudaranya.
Bila kita selalu menyandarkan harapan dan cita-cita kita hanya kepada-Nya, sangat mungkin sekali jika cita-cita Anda terealisasi. kalaupun belum, maka Allah SWT akan mengganti cita-cita Anda dengan sesuatu yang jauh lebih baik dari impian Anda.
Janganlah menggantungkan harapan kita kepada makhluk.

Mendapat Restu atau Dukungan Orang tua
Sebaik apapun hubungan Anda dengan manusia bahkan dengan Allah SWT, jika Anda mempunyai hubungan yang buruk bahkan durhaka kepada orang tua maka Anda adalah Nothing. Seribu orang seperti itu tidak Ada gunanya. Mintalah restu kepada orang tua Anda setiap Anda akan melakukan sebuah usaha, ujian, maupun yang lainnya karena doa tertulus kepada Anda adalah doa orang tua Anda yang ketulusannya bahkan melebihi doa Anda kepada diri Anda sendiri.

Demikianlah poin-poin utama strategi meraih kesuksesan hidup. Semoga keberkahan menyertai kita semuanya.
More aboutStrategi Untuk Meraih Kesuksesan

Teori Tentang Motivasi

Motivasi berasal dari asal kata motif, kemudian dikemukan definisi motivasi sebagai : segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Sedang yang dimaksud dengan motivasi adalah usaha-usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi sehingga seseorang itu mau/ingin melakukan, bila ia tidak suka maka ia akan berusaha untuk mengelaknya (S. Nasution, 1977: 64).

Seseorang akan terdorong untuk melakukan sesuatu karena ia dihadapkan kepada suatu kebutuhan. Kebutuhan ini akan menimbulkan keadaan ketidakseimbangan, ketegangan yang memerlukan pemuasan, agar kembali kepada keadaan seimbang. Menurut Morgan, bahwa manusia itu dihadapkan kepada bermacam-macam kebutuhan sebagai berikut:
  1. Kebutuhan untuk berbuat sesuatu untuk suatu aktivitas.
  2. Kebutuhan untuk menyenangkan hati orang lain.
  3. Kebutuhan untuk mencapai hasil.
  4. Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan.
Teori motivasi yang sekarang banyak dianut orang adalah teori kebutuhan yang dikembangkan oleh Abraham Maslow. Teori ini beranggapan bahwa tindakan yang dilakukan manusia pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikis.

Sebagai pakar psikologi, Maslow mengemukakan adanya lima tingkatan kebutuhan pokok manusia (Ngalim Purwanto, op.cit : 77). Kelima tingkatan kebutuhan pokok inilah yang kemudian dijadikan pengertian kunci dalam mempelajari motivasi manusia. Adapun kelima tingkatan kebutuhan pokok yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Kebutuhan fisiologis. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan dasar, yang bersifat primer dan vital, yang menyangkut fungsi-fungsi biologis dasar dari organisme manusia seperti kebutuhan akan pangan, sandang dan papan, kesehatan fisik, kebutuhan seks dan sebagainya.
  2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (safety and security) seperti terjamin keamanannya, terlindung dari bahaya dan ancaman penyakit, perang, kemiskinan, kelaparan, perlakuan tidak adil dan sebagainya.
  3. Kebutuhan sosial (social needs) yang meliputi antara lain kebutuhan akan dicintai, diperhitungkan sebagai pribadi, diakui sebagai anggota kelompok, rasa setia kawan, kerjasama.
  4. Kebutuhan akan penghargaan (esteem needs), termasuk kebutuhan dihargai karena prestasi, kemampuan, kedudukan atau status, pangkat dan sebagainya.
  5. Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization) seperti antara lain kebutuhan mempertinggi potensi-potensi yang dimiliki, pengembangan diri secara maksimum, kreativitas dan ekspresi diri. (Ngalim Purwanto: hal. 77)
Di samping teori kebutuhan Maslow, Alderfer sebagaimana yang dikutip oleh A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (op.cit: hal. 98), mengenalkan teori ERG (existence, relatedness, growth) sebagai teori motivasi. Dalam teori tersebut tindakan atau perbuatan manusia dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu:
  1. Existence: makan, minum, pakaian, keamanan kondisi kerja.
  2. Relatedness needs: kepuasaan berinteraksi dalam lingkungan kerja.
  3. Growth needs: mengembangkan dan meningkatkan pribadi.
Demikian sepintas mengenai teori tentang motivasi, semoga bermanfaat.
More aboutTeori Tentang Motivasi

Teknik Membangkitkan Motivasi Siswa Peserta Didik

Sahabat Arena yang baik hati... Pada tulisan ini penulis ingin menyampaikan bahwa terjadinya motivasi pada diri seseorang itu ada yang timbul dengan sendirinya (secara alami), dan ada pula yang datang dari pengaruh orang lain atau eksternal (pengaruh luar). Hal itu kadang-kadang keberadaannya bersifat sementara, agar seseorang mau melakukan sesuatu, maka diperlukan teknik ataupun cara untuk membangkitkannya. Diantara cara teknik membangkitkan motivasi adalah :
  1. Memberikan angka. Lazimnya setiap kali ulangan setiap siswa ingin segera mengetahui hasilnya (nilainya). Para siswa yang mendapatkan nilai/angka yang baik akan mendorong motivasi yang kuat untuk belajar lebih rajin dan sebaliknya.
  2. Pujian sebagai akibat dari pekerjaan yang berhasil akan meningkatkan motivasi siswa. Oleh karena itu, kadang-kadang pujian diperlukan bagi siswa yang berhasil dalam suatu pekerjaan.
  3. Persaingan sering mempertinggi hasil belajar, baik persaingan secara individu maupun persaingan secara kelompok. Dalam hal ini persaingan harus bersifat sehat.
  4. Penilaian/ulangan: ulangan yang diberikan kepada para siswa secara teratur akan mendorong para siswa untuk belajar.
  5. Karyawisata, secara ini akan membangkitkan motivasi belajar pada diri siswa karena mereka akan mendapatkan pengalaman langsung dari obyek yang dikunjunginya.
  6. Kerjasama, mengerjakan tugas/pekerjaan secara bersama akan mempertinggi kegiatan belajar.
  7. Teguran dan kecaman, digunakan untuk memperbaiki kesalahan atau kelalaian yang dilakukan para siswa.
  8. Suasana yang menyenangkan.

Dalam interaksi antara para guru dengan para siswa, siswa dengan siswa secara harmonis akan memberikan ketenangan, kesenangan dan rasa kepuasan pada diri siswa, sehingga menimbulkan semangat untuk belajar.
Itulah diantara Teknik Cara Membangkitkan motivasi peserta didik di sekolah, semoga bermanfaat
More aboutTeknik Membangkitkan Motivasi Siswa Peserta Didik