Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Mari Berbagi Waktu

Bagi siapa pun, waktu merupakan modal utama dalam kehidupan. Seseorang yang akan berbuat jahat atau beramal shaleh pasti memerlukan terhadap waktu. Waktu pula yang akan menentukan seseorang sukses dan gagal dalam hidupnya. Demikian pula urusan akhirat kelak, seseorang bisa masuk surga atau neraka karena waktu. Apalagi untuk urusan keluarga, waktu untuk istri, suami, dan anak-anak adalah modal awal untuk bisa saling memberikan perhatian dan memenuhi kebutuhan masing-masing.
Prilaku menyimpang serta kejahatan lainnya yang dilakukan anak-anak, sering kali berawal dari persoalan pembagian waktu para orang tuanya yang tidak seimbang. Aktifitas di luar banyak mengorbankan anggota keluarga di rumah.
Biasanya, dampak buruk dari hal di atas adalah berkurangnya rasa nyaman dalam keluarga yang dapat menjadi bom waktu yang siap meledak. Anak-anaklah yang menjadi korban utama. Perlu diingat bahwa dampak buruk pada anak yang menjadi korban ini akan berkepanjangan. Karena tidak akan ada orang yang bisa menggantikan ibu dan bapak kandungnya. Berbeda dengan suami dan istrinya yang akan lebih cepat mendapatkan pengganti pasangan hidupnya.

Memilih dan Memilah Pekerjaan
Berawal dari memilih dan memilah pekerjaan, banyak orangtua disibukkan oleh pekerjaannya. Tuntutan maksimal dalam karir kerap mengorbankan keluarga. Walupun pada sisi yang lain, suatu saat sesorang akan dituntut untuk mampu bekerja sambil meninggalkan keluarga untuk waktu-waktu tertentu.
Memilih jenis pekerjaan, waktu, jarak serta beban fisik dan psikis, tampaknya harus kita pertimbangkan matang. Karena keseimbangan harus tetap dibangun antara mencari kasab dan mengawasi keluarga.
Keluarga tidak hanya membutuhkan rupiah, tapi juga sentuhan ruhiyah yang bermakna komunikasi batin lebih mereka pentingkan. Ibaratnya, untuk sentuhan material anggota keluarga yang ditinggal suami / istri masih bisa berhutang kepada saudara dan tetangga sebelah, tetapi kalau urusan batin tidak demikian adanya.
Kebutuhan biologis suami-istri pun harus dipertimbangkan, karena sebagai sunnatullah, seseorang yang sudah berumah tangga akan memiliki hasrat biologis yang tinggi. Jangan sampai terbuka pelanggaran moral akibat dari kekurangmampuan pemenuhan kebutuhan biologis tersebut. Bukan satu-dua kasus laki-laki melakukan nikah sirri di tempatnya bekerja. Itu dilakukan karena kebutuhan yang mendesak. Tetapi pernahkah suami memikirkan istrinya yang memiliki beban penderitaan karena kebutuhan biologisnya yang tidak terpenuhi? Mereka tidak akan memiliki kesempatan yang sama seperti halnya kaum Bapak yang melakukan nikah sirri di tempat kerjanya.
Bukan hanya dalam kasab saja, tetapi aktifitas sosial pun harus menjadi bahan pertimbangan. Tetapi bukan berarti kita melepaskan diri dari aktifitas sosial. Karena dengan aktifitas sosial banyak sekali nilai manfaatnya, baik sebagai pengabdian kita kepada ALlah atau sebagai partisipasi sosial kita terhadap kemaslahatan ummat.  Hanya butuh waktu kita untuk tidak melupakan yang lebih pokok, yaitu pengawasan keluarga. Karena pada kenyataannya banyak orang sukses mengabdi di wilayah sosial juga mampu membina kehidupan keluarganya. Bahkan pada kasus-kasus tertentu, mereka yang aktifis sosial memiliki kecenderungan lebih sukses dan berhasil dalam membina keluarganya.
Berbagi waktu pun bukan hanya untuk keperluan keluarga saja, tetapi juga keperluan pribadi yang tidak bisa begitu saja dinomor-duakan. Seringkali para suami-istri yang sibuk dengan pekerjaan dan aktifitas sosialnya melupakan jam makan dan waktu untuk berolah-raga. Padahal dua perkara tersebut begitu penting dan cukup dominan dalam mempengaruhi pola hidup. Baru disadari biasanya ketika penyakit semakin rawan serta sulit untuk disembuhkan, di saat fisiknya susah distabilkan.
Rasulullah telah memberikan teladan baik bagi kita sebagai umatnya. Dalam hal waktu beliau membaginya bukan hanya untuk kebutuhan ibadah yang bersifat hablum minallah saja, tetapi juga bukan hanya untuk umat belaka. Keluarga dan kebutuhan pribadinya senantiasa mendapatkan porsi yang cukup mendapat jatah dan bagian waktu. Senantiasa mampu berkomunikasi dengan para isterinya, dekat dengan anak-anaknya, bahkan untuk memenuhi hajat pribadinya pun selalu ada waktu yang disediakan.
Berbagi waktu dengan keluarga bukan berarti tidak boleh jauh dari rumah, bukan pula maknanya tidak boleh mencari kasab di luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri, tetapi dengan kesibukan kita sebagai pekerja, pelaku bisnis dan aktifis sosial jangan sampai mengorbankan tugas utama kita, yaitu membina keluarga serta membangun komunikasi, sehingga kita fahami berbagai persoalannya dan kehidupan kita juga mereka memahaminya.
Berada di tengah keluarga dengan memaksimalkan waktu, kita akan lebih faham karakter yang dimiliki oleh anggota keluarga kita. Sekaligus akan mengetahui apa kebutuhan serta persoalan yang mereka hadapi. Bagaimana pun rumah adalah sekolah utama bagi anggota keluarga. Sebagai pendidikan utama, maka rumah harus memiliki sarana belajar, materi pembelajaran, bahkan lebih penting lagi siapa yang akan mengajar kita.
Jika fasilitas dan peserta ajarnya ada, sedangkan pengajarnya tidak ada, atau jarang ada di rumah, maka jadilah anak-anak kita tidak mendapatkan pembelajaran. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka akan mendapatkan pembelajaran bukan dari guru yang seharusnya hadir, tetapi dari pembantu atau tetangga, kawan bermain atau orang-orang yang dipandang cocok untuk anggota keluarganya.
Di sinilah awal kesalahan terjadi, karena tidak ada waktu untuk anggota keluarga, akhirnya mereka memaksa puas mendapatkan apa yang ada dihadapannya, buka apa yang dibutuhkannya. Satu sama lain tidak lagi memiliki peran saling berbagi dan memenuhi kebutuhannya. Di antara mereka tidak ada lagi saling menghargai. Maka berbagi waktu lah dengan anggota keluarga.
Penulis: Jejen Jaenudin
More aboutMari Berbagi Waktu

Satoyama Melestarikan Alam Cara Jepang

Banyak cara yang ramah untuk membangun ekonomi di negeri Indonesia tercinta ini. Tanpa harus merusak alam dan saling berebut dengan cara yang tidak halal. Tak ada salahnya kita meniru orang Jepang yang kini telah berhasil mengembangkan konsep pembangunan ramah lingkungan yang disebut Satoyama.
Majalah Niponica edisi akhir tahun lalu menurunkan laporan tentang Jepang yang membangun ekonomi tanpa merusak alam. Satoyama didefinisikan sebagai simbolisasi dari gaya hidup Jepang dan perhatiannya tentang hidup dalam harmoni dengan alam.
Kehidupan perkotaan berdampingan dengan kehidupan liar alami tanpa saling mengganggu. Dapat kita lihat sekarang kehidupan anak sekolah yang berjalan melenggang santai di atas pematang sawah dan didekatnya ada burung bangau yang tidak merasa terganggu satu sama lainnya.
Pemandangan seperti itu sudah jarang ditemukan di Indonesia. Namun di Jepang, kehidupan harmonis antara manusia dengan alam dan lingkungannya terus terpelihara. Disebutkan oleh Niponica, hampir 70% wilayah Jepang merupakan hutan lebat yang tetap hijau.
Di Indonesia, hutan ditebangi, hewan-hewan termasuk burung ditembaki. Sawah-sawah produktif dijadikan area pabrik. Sungai-sungai menjadi tempat pembuangan sampah. Akibatnya, banjir di mana-mana di saat musim hujan, dan kekeringan pun meluas di saat musim kemaru. Alam sudah tidak seimbang lagi antara tanaman dan manusia.
Lain hal nya dengan negara Sakura ini. Para orang tua tetap mengajari anak-anak mereka untuk menghargai alam. Dengan demikian, penduduk Jepang selalu berfikir tentang manusia dan alam yang tidak terpisahkan. Tetapi manusia dan alam adalah menyatu.
Banyak orang tua Jepang yang memilih tetap hidup di Wakayama. Mereka hidup dekat dengan hutan, memanfaatkan kayu dari hutan untuk bahan bakar, tetapi tidak mengganggu atau merusaknya. Kesadaran seperti itu mereka dapatkan dari tradisi yang mereka terima secara turun temurun.
Bahkan untuk memotong kayu yang akan dijadikan kayu bakar, penduduk hanya memotong dahan-dahan kering. Tidak memotong batang dari akarnya. Pencari kayu bakar harus memastikan bahwa dahan yang dipotong benar-benar kering atau diperkirakan akan kembali tumbuh.
Tak heran jika selama berabad-abad, hutan tetap seperti semula. Jika ada penambangan, maka hutan akan ditunggu sampai ia kembali menjadi hijau ranau. Berkat hidup harmonis dengan alam, warga dapat menikmati anugerah alam itu secara berkesinambungan.
Gambaran lain dari Satoyama adalah sebuah kampung yang berada di tengah-tengah pesawahan. Kampung tersebut dirindangi pepohonan, yang menjaga hutan tradisional dijaga semenjak ratusan tahun yang lalu.
Tampaknya kita tidak usah merasa malu meniru kehidupan masyarakat tradisional Jepang yang tetap dapat maju tanpa harus mengorbankan alam sekitar. Tak ada alasan lagi untuk mendalili pekerjaan merusak alam, menggunduli hutan tanpa menanaminya kembali, mencemari lingkungan tanpa berfikir akan nasib masa depan generasi yang akan datang, menebar ranjau paku di jalanan agar memperoleh keuntungan duniawi dari penderitaan orang lain.
Marilah kita melestarikan alam. Semoga bermanfaat
More aboutSatoyama Melestarikan Alam Cara Jepang

Permasalahan Sumber Daya Manusia Indonesia dalam Persaingan Global

Masalah ketenagakerjaan di Negara Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah pengangguran dan setengah pengangguran yang besar, pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan. Pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat. Sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal, dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.

Pembangunan bangsa Negara Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas Sumber DayaManusia Negara Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai keterampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak, sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya.

Kondisi Sumber Daya Manusia Negara Indonesia
SUMBER DAYA MANUSIA merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi, yakni bagaimana menciptakan SUMBER DAYA MANUSIA yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang selama ini kita abaikan. Dalam kaitan tersebut setidaknya kita harus tahu kondisi sumber daya manusia Negara Indonesia sekarang ini dan permasalahan apa yang dialami Negara Indonesia mengenai SUMBER DAYA MANUSIA-nya. Kurang lebih permasalahan SUMBER DAYA MANUSIA Negara Indonesia adalah:
  1. Adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi tahun pertama (1998) sekitar 92,73 juta orang, sementara jumlah kesempatan kerja yang ada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada sekitar 5,06 juta orang penganggur terbuka (open unemployment). Angka ini meningkat terus selama krisis ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta.
  2. Tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah. Struktur pendidikan angkatan kerja Negara Indonesia masih didominasi pendidikan dasar yaitu sekitar 63,2 %. masalah tersebut menunjukkan bahwa ada kelangkaan kesempatan kerja dan rendahnya kualitas angkatan kerja secara nasional di berbagai sektor ekonomi.
  3. Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi lulusan perguruan tinggi. Sementara di sisi lain jumlah angkatan kerja lulusan perguruan tinggi terus meningkat. Sampai dengan tahun 2000 ada sekitar 2,3 juta angkatan kerja lulusan perguruan tinggi. Kesempatan kerja yang terbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini menimbulkan dampak semakin banyak angka pengangguran sarjana di Negara Indonesia. Menurut catatan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas angka pengangguran sarjana di Negara Indonesia lebih dari 300.000 orang.
  4. Lemahnya perguruan tinggi dalm menciptakan SUMBER DAYA MANUSIA yang handal profesional dan punya daya saing tinggi. Ini ditandai dengan Fenomena meningkatnya angka pengangguran sarjana. Hal tersebut merupakan kritik bagi perguruan tinggi, karena ketidakmampuannya dalam menciptakan iklim pendidikan yang mendukung kemampuan wirausaha mahasiswa.
  5. Belum adanya kesadaran bagi pemerintah bangsa Negara Indonesia untuk memperbaik SUMBER DAYA MANUSIA Negara Indonesia. Dilihat dari rendahnya alokasi APBN untuk sektor pendidikan tidak lebih dari 12% pada pemerintahan di era reformasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa belum ada perhatian serius dari pemerintah pusat terhadap perbaikan kualitas SUMBER DAYA MANUSIA. Padahal sudah saatnya pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah secara serius membangun SUMBER DAYA MANUSIA yang berkualitas. Sekarang bukan saatnya lagi Negara Indonesia membangun perekonomian dengan kekuatan asing. Tapi sudah seharusnya bangsa Negara Indonesia secara benar dan tepat memanfaatkan potensi sumberdaya daya yang dimiliki (resources base) dengan kemampuan SUMBER DAYA MANUSIA yang tinggi sebagai kekuatan dalam membangun perekonomian nasional
Masalah SUMBER DAYA MANUSIA inilah yang menyebabkan proses pembangunan yang berjalan selama ini kurang didukung oleh produktivitas tenaga kerja yang memadai. Itu sebabnya keberhasilan pembangunan yang selama 32 tahun dibanggakan dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7%, hanya berasal dari pemanfaatan sumberdaya alam intensif (hutan, dan hasil tambang), arus modal asing berupa pinjaman dan investasi langsung. Dengan demikian, bukan berasal dari kemampuan manajerial dan produktivitas SUMBER DAYA MANUSIA yang tinggi. Keterpurukan ekonomi nasional yang berkepanjangan hingga kini merupakan bukti kegagalan pembangunan akibat dari rendahnya kualitas SUMBER DAYA MANUSIA dalam menghadapi persaingan ekonomi global.

Perbaikan Iklim Ketenaga Kerjaan
Dengan memperhatikan kondisi permasalahan ketenagakerjaan tersebut, Pemerintah harus melakukan perbaikan iklim ketenagakerjaan. Iklim ketenagakerjaan yang semakin baik merupakan salah satu upaya untuk mendorong iklim investasi. Dengan demikian, investasi dapat tumbuh dan membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat Negara Indonesia. Berkaitan dengan perbaikan iklim ketenagakerjaan, kebijakan yang ditempuh adalah sebagai berikut:
1. Kebijakan pasar kerja yang lebih luwes terus diupayakan melalui penyempurnaan dan perbaikan peraturan ketenagakerjaan, peningkatan fungsi lembaga bipartit dalam pelaksanaan negosiasi hubungan industrial agar suasana yang seimbang dalam perundingan antara pekerja dan pemberi kerja dapat tercipta.
2. Dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja memasuki pasar kerja, kualitas dan produktivitas tenaga kerja ditingkatkan antara lain dengan mengembangkan standar kompetensi kerja dan sistem sertifikasi kompetensi tenaga kerja, menyelenggarakan pelatihan kerja berbasis kompetensi, dan meningkatkan keterampilan para penganggur.
3. Dalam rangka memberikan akses pekerjaan kepada para penganggur, program pemerintah yang dapat menciptakan kesempatan kerja harus disempurnakan, serta didukung oleh pengembangan pusat-pusat pelayanan informasi ketenagakerjaan melalui bursa kerja on-line(BKOL). Bagi tenaga kerja yang ingin bekerja ke luar negeri, pemerintah terus menyempurnakan sistem dan mekanisme penempatan dan perlindungan TKI.

Langkah-Langkah Kebijakan dan Hasil-Hasil yang Dicapai
Langkah kebijakan yang ditempuh dilaksanakan melalui program ketenagakerjaan, yaitu, sebagai berikut:
1. Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja, adalah dengan:
a. menyempurnakan peraturan ketenagakerjaan
b. mengkonsolidasikan program penciptaan kesempatan kerja
c. mengembangkan pusat pelayanan informasi ketenagakerjaan
d. meningkatkan pelayanan TKI ke luar negeri dengan murah, mudah, dan cepat
e. melakukan kerja sama pembangunan sistem informasi terpadu pasar kerja luar negeri
f. meningkatkan fungsi perwakilan RI dalam perlindungan TKI ke luar negeri

2. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja, adalah dengan
a. meningkatkan program pelatihan berbasis kompetensi
b. meningkatkan fungsi dan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi lembaga pelatihan berbasis kompetensi
c. meningkatkan profesionalisme tenaga kepelatihan dan instruktur BLK
d. meningkatkan dan memperbaiki sarana dan prasarana BLK
e. menyelenggarakan program pelatihan pemagangan dalam negeri dan luar negeri
f. memfasilitasi lembaga pendidikan dan pelatihan kerja
g. menyusun dan mengembangkan standar kompetensi kerja nasional
h. mengharmonisasikan regulasi standardisasi dan sertifikasi kompetensi
i. mempercepat pengakuan/rekognisi sertifikat kompetensi tenaga kerja
j. menguatkan kelembagaan BNSP
k. mengembangka kelembagaan produktivitas dan pelatihan kewirausahaan

3. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Tenaga Kerja dilakukan dengan:
a. mendorong pelaksanaan negosiasi bipartit antara serikat pekerja dan pemberi kerja
b. meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga pengawas hubungan industrial;
c. menyeberluaskan pemahaman dan penyamaan persepsi tentang peraturan dan kebijakan ketenagakerjaan
d. meningkatkan pengawasan, perlindungan dan penegakan hukum serta keselamatan dan kesehatan kerja
e. membina syarat kerja dan kesejahteraan pekerja
f. mengembangkan jaminan sosial tenaga kerja
g. mengurangi pekerja anak dalam rangka menunjang program keluarga harapan (PKH).

Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja
1. Penyederhanaan prosedur pemberian visa dan izin tinggal bagi investor atau tenaga kerja asing dalam upaya mempercepat proses pemberian izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA) dari sebelumnya 4 hari kerja menjadi 3 hari kerja dan pemberian kewenangan perpanjangan IMTA kepada daerah.
2. Pemberdayaan masyarakat, khususnya penganggur dan setengah penganggur melalui pemberian peluang pekerjaan kepada lebih dari 1,0 juta orang penganggur/setengah penganggur. Kegiatan yang dilakukan antara lain:
a. pembangunan infrastruktur skala kecil di beberapa kabupaten/kota, daerah tertinggal, dan lokasi musibah bencana alam serta kantong-kantong pengangguran dan kemiskinan melalui kegiatan padat karya produktif
b. penerapan teknologi tepat guna untuk membantu usaha skala mikro/kecil/perorangan
c. pembinaan wirausaha baru
d. pendampingan usaha mandiri

3. Penyelenggaraan job fair dengan menempatkan tenaga kerja lebih dari 100.000 orang dan penyelenggaraan bursa kerja di daerah dengan menempatkan pekerja di perusahaan dan penempatan ke beberapa daerah yang membutuhkan lebih dari 1,0 juta orang, serta penempatan tenaga kerja penyandang cacat lebih dari 3.000 orang.
Untuk memfasilitasi TKI ke luar negeri, langkah-langkah yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Penempatan TKI ke luar negeri untukpekerja lebih dari 2,0 juta orang. Penempatan di kawasan Asia Pasifik sekitar 1,0 juta orang, kawasan Timur Tengah dan Afrika lebih dari 900.000, dan kawasan Eropa dan Amerika sekitar 200.000
2. Fasilitasi penyelesaian permasalahan TKI melalui advokasi dan pembinaan. Kasus yang sudah diselesaikan sekitar 80 persen
3. Pelayanan penempatan melalui job fair di 12 lokasi serta membangun bursa kerja online di 25 lokasi provinsi/kabupaten/kota untuk mengakses peluang kerja ke luar negeri
4. Pendaftaran ulang perusahaan pelaksana penempatan TKI swasta sebanyak 447 perusahaan, penerbitan kembali surat izin penempatan bagi 370 perusahaan, dan mencabut izin perusahaan penempatan TKI yang tidak memenuhi syarat sebanyak 104 perusahaan
5. Pembentukan atase ketenagakerjaan untuk 6 atase ketenagakerjaan yaitu di Malaysia, Hongkong, Riyadh, Jeddah, Abu Dhabi, dan Kuwait; dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan negara Yordania, Kuwait, Qatar, dan Syria.

Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja
1. Pelatihan kerja bagi 184.548 orang, meliputi pelatihan berbasis kompetensi 25.130 orang, berbasis lokal 71.289 orang, subsidi program 69.129 orang, pemagangan dalam negeri 6.949 orang, pemagangan luar negeri 7.130 orang, dan kewirausahaan 4.615 orang. Sekitar 147.393 orang atau 80 persen dari peserta pelatihan dapat terserap di berbagai sektor/dunia usaha
2. Revitalisasi BLK menjadi lembaga pelatihan berbasis kompetensi secara bertahap dilakukan dengan mengembangkan sarana dan prasarana pelatihan, peremajaan peralatan pelatihan, pendidikan dan pelatihan instruktur, pengembangan standar kompetensi kerja nasional, dan peningkatan kualitas manajemen BLK. Salah satu hasil terpenting revitalisasi BLK adalah fasilitasi peralatan tempat uji kompetensi (TUK) untuk 7 kejuruan di 6 BLK
3. Pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan profesionalisme instruktur sebanyak 3.064 orang
4. Rehabilitasi sarana fisik 5 BLK unit pelaksana teknis daerah, dan pembangunan BLK baru di beberapa provinsi, yaitu Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sulawesi Tengah
5. Penetapan 80 Standar Kompetensi Kerja Nasional Negara Indonesia (SKKNI) mencakup sektor pertanian dan perikanan (11 SKKNI), minyak dan gas (migas) dan listrik (16 SKKNI), industri manufaktur (10 SKKNI), pariwisata (4 SKKNI), keuangan perbankan (9 SKKNI), perhubungan dan telekomunikasi (7 SKKNI), kesehatan (3 SKKNI), konstruksi (1 SKKNI), dan jasa lainnya (19 SKKNI)
6. Kelembagaan BNSP, antara lain dengan pelatihan asesor lisensi, asesor kompetensi, danmaster assesor masing-masing sebanyak 177 orang, 2.973 orang dan 124 orang, serta pembentukan 27 lembaga sertifikasi profesi (LSP) berlisensi
7. Pengembangan kelembagaan produktivitas melalui kegiatan pengembangan kelembagaan produktivitas bagi 123 perusahaan, serta pembinaan dan pemberian penghargaan Paramakarya Produktivitas bagi 4 perusahaan kecil dan 5 perusahaan menengah yang berkinerja terbaik.

Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Tenaga Kerja
1. Dialog sosial melalui berbagai media atau forum tripartit antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, serta mendorong harmonisasi antara pekerja dan pengusaha melalui forum bipartit
2. Penyederhanaan proses pengesahan peraturan perusahaanm dari 14 hari kerja menjadi 7 hari kerja dan proses pendaftaran perjanjian kerja bersama (PKB) dari 7 hari kerja menjadi 6 hari kerja dalam rangka upaya pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2006 tentang Paket Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi Bidang Ketenagakerjaan
3. Sosialisasi peraturan perundang-undangan bidang ketenagakerjaan tentang pengawasan, jaminan sosial, perselisihan hubungan industrial, keselamatan dan kesehatan kerja di 33 provinsi
4. Pekerja dan perusahaan yang menjadi peserta jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) pada tahun 2007 berjumlah 7.941.017 pekerja peserta aktif, 15.788.933 pekerja nonaktif, 90.967 perusahaan aktif, dan 68.516 perusahaan non-aktif. Sampai dengan triwulan I tahun 2008 terdapat 306.416 pekerja dan 3.465 perusahaan yang menjadi peserta baru Jamsostek. Jangkauan perlindungan Jamsostek juga diperluas dari semula hanya bagi tenaga kerja yang bekerja dalam hubungan kerja menjadi tenaga kerja luar hubungan kerja. Pada tahun 2007 jumlah peserta Program Jamsostek Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja sebesar 148.266 peserta dan kemudian meningkat 9.253 peserta pada tahun 2008 menjadi 157.519 peserta
5. Pembentukan 31 pengadilan hubungan industrial pada pengadilan negeri di seluruh Negara Indonesia dan telah diresmikan secara keseluruhan di Padang pada tanggal 14 Januari 2006 oleh Ketua Mahkamah Agung dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
6. Pengangkatan 159 orang hakim ad-hoc pada pengadilan hubungan industrial dan Mahkamah Agung RI dengan Keputusan Presiden Nomor 31/M/Tahun 2006 tanggal 6 Maret 2006, pengangkatan 1.021 mediator, 230 konsiliator dan 60 arbitrer untuk membantu menyelesaikan perselisihan hubungan industrial di luar pengadilan
7. Pembentukan peraturan perusahaan (PP) dan PKB yang sampai bulan Mei 2008 jumlahnya mencapai 39.603 unit PP dan 10.087 unit PKB
8. Peningkatan kemampuan pegawai teknis hubungan industrial dan human resources development (HRD) perusahaan mengenai penyusunan struktur dan skala upah yang diikuti 98 orang
9. Pembentukan 10.822 unit lembaga kerja sama (LKS) bipartit pada tahun 2007 dan jumlah tersebut meningkat 352 unit menjadi 11.234 unit LKS pada tahun 2008
10. Penanganan jumlah kasus perselisihan hubungan industrial selama Januari—Mei 2008 mencapai 432 kasus. Jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 1.533 orang. Dari 432 kasus tersebut, 271 kasus diselesaikan secara bipartit, 141 kasus secara mediasi, dan 20 kasus melalui pengadilan hubungan industrial
11. Penambahan personel pengawas ketenagakerjaan sebanyak 780 orang sehingga menjadi 1.952 pengawas ketenagakerjaan dan penambahan pegawai penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) sebanyak 60 orang sehingga menjadi 535 orang PPNS sampai bulan Juni 2008
12. Pembinaan lembaga kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang terdiri 372 perusahaan jasa K3 dan 3.071 perusahaan panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja (P2K3), personel K3 yang terdiri atas 712 orang di tingkat ahli K3 dan 4.111 orang di tingkat operator, sertifikasi kompetensi personel keselamatan dan kesehatan kerja sebanyak 33.371 orang, pelatihan ahli kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sebanyak 2.083 orang, dan pelatihan operator K3 sebanyak 2.076 orang
13. Pemberian penghargaan kepada perusahaan yang mempunyai kecelakaan nihil (zero accident) berjumlah 979 perusahaan
14. Pembentukan zona bebas pekerja anak di Kabupaten Kutai Kartanegara, pencegahan 10.245 anak untuk bekerja pada pekerjaan terburuk, dan penarikan pekerja anak dari pekerjaan terburuk
15. Perluasan pembentukan komite aksi dan rencana aksi penghapusan bentuk-bentuk pekerja terburuk untuk anak di 23 provinsi dan 78 kabupaten/kota, untuk mencegah anak yang bekerja pada pekerjaan terburuk bagi 29.863 anak

Kesimpulan
Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain; perusahaan yang menutup atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif; peraturan yang menghambat inventasi; hambatan dalam proses ekspor impor, dll.
Untuk mengatasi banyaknya pengangguran terlebih dahulu kita harus memberi perhatian kepada anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa ini. Pemerintah harusnya memberikan pendidikan yang baik, karena pendidikan di Negara Indonesia masihlah banyak yang masih kurang dengan standar. Masih banyak bangunan sekolah yang tak layak dipergunakan, peralatan sekolah yang belum lengkap, dan lain-lain. Selain itu banyaknya penduduk miskin di Negara Indonesia yang tidak menyekolahkan anak-anaknya karena masalah dana yang tidak mampu untuk mambayar biaya sekolah. Walaupun sudah mendapat BOS (Bantuan Oprasional Sekolah) dan Bea Siswa tetap saja tidak dapat untuk membeli peralatan belajar dan perlengkapan sekolah. Jadi pemerintah harus tanggap betapa pentingnya pendidikan itu.
More aboutPermasalahan Sumber Daya Manusia Indonesia dalam Persaingan Global

Kumpulan Kata-kata Pepatah Motivasi Bisnis Sukses

Di bawah ini postingan kumpulan pepatah motivasi bisnis bagi anda yang ingin sukses. Dengan membaca kalimat per kalimat pada postingan di bawah ini diharapkan dapat merefresh fikiran anda ke arah yang postitif dan akan lebih semangat dalam bekerja.
Simaklah dengan baik kata-kata pepatah motivasi bisnis sukses berikut ini:
Fokus adalah unsur penting dalam meraih kesuksesan.
Kesalahan terbesar memulai usaha adalah membuka usaha yang mereka sukai
Orang senang makanan baso membuka warung baso.
Kenyataannya orang lebih senang membuka usaha sesuai dengan kesenangannya
Karena dalam pikirannya, apa yang kita suka pasti disukai juga oleh orang lain.
Memulai bisnis dengan hanya mempertimbangkan kesenangan kita, satu kesalahan dalam perhitungan memulai usaha.
Bukan kesenangan kita yang di tawarkan, bukan kesukaan kita yang mau kita jual.
Mereka membeli bukan kesukaan kita, tapi membeli apa yang mereka suka.
Karenanya penting diperhatikan untuk membuka usaha, kita mendengar dan melihat apa yang mereka butuhkan.
Menjadi seorang marketing handal yang di butuhkan mendengarkan dan melihat pasar
Dengan memahami masa depan, bisa mempengaruhi keputusan2 kita.
Dunia ini berubah begitu cepat, dengan kemungkinan kekacauan terjadi atau peluang.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan pasti pada suatu waktu tertentu.
Jadikan kemungkinan kemungkinan baru menjadi peluang.
Tidak seorangpun bisa melihat masa depan, yang penting lebih proaktif untuk maju yang bisa berhasil.
Apapun yang kita lakukan dengan baik sekarang, awalnya kita lakukan dengan buruk,
Bakat itu murah, pembedanya kerja keras itu bakat yang sesungguhnya.
Ambil resiko demi impian kita, kesulitan, rintangan, luka pribadi, dan rasa sakit hati itu sementara dan manfaatnya abadi.
Fokus pada impian kita, tunda hal lain yang tidak ada hubungannya dengan target.
Kita harus terus bergerak ke arah tujuan yang kita inginkan.
Kadang kita tidak dapat hasil yang diinginkan tepat pada waktu yang kita inginkan, itulah kehidupan.
Kadang target yang ingin kita capai lebih banyak melesetnya, ketimbang pas dengan harapan kita.
Jangan pernah letih untuk berharap, karena masih banyak yang bisa kita lakukan dalam hidup ini.
Pintu-pintu rezeki itu ada di sekitar kita, hanya saja kita tidak ngeh!.
Kemandirian adalah sikap terpuji. Menikmati hidup dengan membebani orang lain adalah sikap tercela.
Kesuksesan hadir bersama orang-orang yang tekun berusaha.
Lelah itu manusiawi, tapi tidak untuk berhenti, karena berhenti yang sebenarnya itu ketika sudah mati.
Kita sering sekali mengingat hal buruk bakal terjadi, ketimbang hal baik yang ingin kita alami.
10 pintu rezeki 9 diantaranya ada di perdagangan, mau kaya? Berdaganglah.
Bangsa yang berkuasa adalah bangsa yang kuat ekonominya, mau ekonomi kuat kuasai perdagangannya.
Jaman sekarang mau menjajah bangsa lain dengan cara menguasai ekonominya.
Orang-orang yang mengendalikan dunia itu orang-orang yang pandai membuat alat. Kenapa kita jadi inceran jualan produk bangsa lain?, karena bangsa kita malas membuat alat senangnya beli alat.
Kenapa kita dijajah bangsa lain? Karena kita bangsa yang malas. Semua orang aslinya pemalas, bedanya orang berbakat sukses itu terus melakukan pekerjaan meskipun diragukan dan meragukan. Lakukan meskipun ragu, lakukan meskipun malas.
Perbanyak action, persedikit teori.
Waktu yang bermanfaat sebagai umur kita adalah, sebatas waktu yang di isi dengan karya dan amal baik kita.
Jika tidak mau merasakan luka dan sakit hati, berarti juga tidak siap bahagia.
Kadang kita harus merasakan luka dan sakit hati, untuk menghargai arti kebahagiaan.
Pengetahuan dan pengalaman dilapangan adalah yang membedakan pemikir, pelaku, pengamat, dan praktisi.
Jadilah sang pembelajar, lebih sedikit membantah dan lebih banyak mendengar.
Ketika kita bahagia melakukan sesuatu yang disukai, kita sudah menang.
Mau kemana mimpimu pergi, kesitulah pikiranmu di bawa.
Banyak masalah dalam kehidupan ini tampak begitu besar, padahal penyebabnya sepele.
Bekerjalah melebihi standar yang ditetapkan, itu ciri-ciri orang yang berbakat sukses.
Kesuksesan paling mengesankan biasanya, menghadapi rintangan paling memilukan.
Kebanyakan orang menyerah saat mereka nyaris meraih kesuksesan.
Kegigihan merupakan ciri paling umum orang-orang yang berprestasi tinggi.
Kita tidak mungkin mampu menyelesaikan yang rumit, tanpa menemukan hal yang sederhana.
Tidak ada kata gagal, hanya masalah yang perlu dipecahkan atau blm menggunakan kekuatan sepenuhnya.
Setiap orang punya caranya masing-masing untuk sukses, sukses itu pekerjaan yang diselesaikan.
Bekerja memang cape, lebih cape lagi menganggur.
Manusia yang tidak punya harapan, adalah manusia yang tidak mau berjuang.
Mengharapkan yang terbaik bukan berarti tidak bersyukur, tapi berusaha untuk meraih yang terbaik.
Jika kita menolak menerima apapun kecuali yang baik, kita akan sering mendapatkannya.
Tidak ada kesuksesan mengandalkan belas kasihan, apa lagi memperdaya orang lain.
Peluang itu ada disekitar kita, yang dibutuhkan hanya kepedulian kita untuk menemukannya.
Memang mudah untuk kalah dan merangkak, untuk berjuang saat harapan tidak terlihat, itulah kualitas terbaik seorang pemenang.
Memang mudah untuk berhenti, berusaha untuk tetap tabah adalah hal yang sulit.
Memang mudah untuk menyerah dan mati, berusaha untuk tetap hidup itu yang sulit.
Orang yang berbakat sukses tidak percaya nasib, tapi merancang nasib dan berharapan baik dimasa depan.
Orang yang percaya pada nasib, karena tidak ingin bertanggung jawab dan tidak punya harapan.
Berharaplah yang terbaik supaya dapat yang terbaik.
Kebahagiaan adalah, hasil dari sebuah pantulan atas apa yang kita lakukan.
Pedagang yang baik adalah, yang mudah membeli dan mudah menjual.
Kalau ingin menjadi besar, kemauanpun harus besar.
kekecewaan yang kamu terima saat ini, suatu hari nanti akan kamu syukuri.
Semua sumber daya yang diperlukan ada di pikiran.
Setiap orang tanpa dilatih tidak akan mencapai kemampuan yang maksimal.
Pelajari siapapun yang hebat, karena orang-orang hebat meninggalkan jejak.
Tidak seorangpun yang memperjuangkan impiannya, tanpa melewati rintangan demi rintangan.
Kamu akan banyak mengalami kegagalan demi kegagalan, proses itulah yang membuatmu ke puncak kesuksesan.
Jika memimpikan kita bisa, maka mewujudkannya pun pasti bisa.
Kesuksesan itu harus di kejar bukan di tunggu.
Jika tidak berhasil dalam mencapai sesuatu, jangan mencari2 alasan menyalahkan orang lain, Bangkit dan perbaiki caranya.
Ngomong itu tidak ada artinya, bila tidak diikuti tindakan nyata.
Tidak ada kata SULIT!, yang ada itu perlu kesungguhan hati.
Jika melakukan sesuatu, lakukanlah sekuat tenaga curahkan seluruh jiwamu.
Demikian artikel Kumpulan Kata-kata Pepatah Motivasi Bisnis Sukses yang kami ambil dari berbagai sumber tulisan. Semoga bermanfaat.
More aboutKumpulan Kata-kata Pepatah Motivasi Bisnis Sukses

Kerjasama Usaha Bisnis dalam Ajaran Islam

Istilah atau definisi kerjasama usaha atau disebut juga syarikat, yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih untuk mengadakan usaha, guna mendapatkan keuntungan bersama. Keuntungan ini dibagi di antara mereka berdasarkan ketentuan yang telah disepakati.
Kerjasama ini sangat penting dalam kehidupan manusia, yang dapat menimbulkan rasa setia kawan, sehingga mereka saling membantu dan bertolong-menolong (ta’awun alal birri) mencari rizki yang halal serta mewujudkan kesejahteraan hidup mereka. Sedang tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan adalah suatu keharusan yang utama dalam agama Islam.

Firman Allah SWT:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ
“Dan tolong-menolonglah kamu pada kebaikan dan ketakwaan, dan jangan bertolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan”. (QS. Al-Maidah : 2)
Manusia di alam dunia ini tidak mungkin dapat hidup sendiri-sendiri dalam mencukupi keperluannya masing-masing, sehingga mereka memerlukan kerjasama, baik dalam bidang perdagangan maupun dalam bidang pertanian. Sebab ada orang yang mempunyai modal, tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk menjalankan modal itu. Sebaliknya ada orang yang mempunyai tenaga dan kemampuan, tetapi tidak mempunyai modal. Atau mereka hanya mempunyai modal yang kecil saja, yang apabila dikumpulkan bersama menjadi modal yang besar, tentu akan mendapat keuntungan yang besar pula.

Dalam bidang pertanian juga demikian, ada orang yang mempunyai sawah atau kebun, tetapi mereka tidak mampu mengurus dan menanaminya untuk mendapatkan hasil. Sebaliknya ada orang yang mempunyai tenaga dan kemampuan untuk menggarap, tetapi tidak mempunyai lahan sawah atau kebun untuk digarap.

Demikian pula dalam mengerjakan suatu pekerjaan besar, seperti mengerjakan sebuah bangunan yang tidak mungking hanya dikerjakan oleh seorang diri, tetapi perlu diselesaikan oleh beberapa orang tenaga kerja yang mempunyai keahlian yang sama atau berbeda-beda.

Hal-hal tersebut di atas menunjukkan betapa perlunya orang mengadakan kerjasama usaha, untuk mendapatkan hasil atau keuntungan bagi kesejahteraan hidup mereka.

Kerjasama hendaklah dilandasi keikhlasan dan kejujuran, hingga tidak terjadi pengkhianatan, yang sangat merugikan bagi kerjasama tersebut. Hak-hak dan kewajiban anggota seperti pembagian keuntungan atau hasil harus berdasarkan keputusan musyawarah yang dita’ati oleh setiap anggota.

Kerjasama dalam bidang perdagangan. Jenis kerjasama dalam bidang perdagangan ada beberapa macam: diantaranya syarikat ‘inan atau harta, ialah perjanjian antara dua orang atau lebih untuk bersyarikat pada sejumlah harta yang tertentu atau menjalankan dengan maksud hendak mendapatkan keuntungan. Termasuk dalam hal ini Firma, Koperasi, dan Perseroan Terbatas.

Modal hendaklah jenis barang yang telah disepakati bersama, seperti uang, beras dan sebagainya, yang dapat ditakar, diukur dan ditimbang, sehingga jelas perbandingan modal masing-masing. Berdasarkan perbandingan tersebut dapatlah ditentukan keuntungan atau kerugian yang mungkin terjadi nanti bagi masing-masing anggota.

Setiap anggota di samping memberi modal boleh pula bekerja menjalankan harta syarikat, dan boleh pula yang bekerja itu hanya sebagian saja menurut kesepakatan bersama. Usaha bersama ini termasuk perbuatan terpuji yang dianjurkan oleh agama, dengan syarat masing-masing anggota bersikap jujur dan tidak khianat mengkhianati. Semua pekerjaan haruslah berasaskan kemashlahatan dan keuntungan bersama.

Sedangkan jenis usaha dalam bidang perdagangan berikutnya yaitu qirodh, yaitu memberi modal kepada orang lain buat diperdagangkan sedang keuntungan akan dibagi menurut perjanjian sewaktu akad.

Qirodh ini berlandaskan kepada sunnah fi’liyah (perilaku Nabi Muhammad SAW) sendiri, sewaktu beliau menerima modal dari Siti Khodijah buat diperdagangkan ke Negeri Syiria, juga berdasarkan ijma’ para sahabat. Dari masa jahiliah qiradh ini sudah dijumpai, kemudian oleh Islam disetujui.

Rukun yang harus ada pada kerjasama qiradh ini adalah sebagai berikut:
  • Modal, hendaklah diketahui dengan jelas banyaknya.
  • Pekerjaan, yaitu yang bekerja bebas menentukan jenis barang yang diperdagangkan, tempat berdagang dan cara kerjanya, asal ada harapan akan beroleh keuntungan yang halal.
  • Keuntungan, dibagi berdasarkan perjanjian yang telah ditentukan sewaktu akad.
  • Pemilik modal dan yang bekerja, hendaklah yang sudah baligh lagi berakal.
Kerjasama berikutnya dalam bidang perdagangan adalah syarikat kerja, ialah permufakatan di antara dua atau lebih untuk mengerjakan atau mengusahakan suatu pekerjaan, sedang hasilnya akan dibagi menurut perjanjian, umpamanya mendirikan bangunan, mencari ikan atau berburu dan lain sebagainya.

Jenis pekerjaan boleh berbeda menurut keahlian masing-masing, seperti tukang kayu, tukang batu, tukang besi, dan sebagainya. Demikian pula tenaga yang mereka keluarkan mungkin tidak sama. Karena itu besar kecilnya penghasilan seseorang ditentukan pula oleh berat ringannya tugas atau tanggung jawab.

Adapun kerjasama dalam bidang pertanian merupakan salah satu cara berusaha yang terpuji yang ada petunjuk teknisnya dalam agama Islam, karena mengandung unsur tolong menolong (ta’awun) dan bergotong-royong, seperti dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya Qur’an Surat Al-Maidah ayat 2 di atas.

Berikut ini akan dibahas mengenai musaqah, muzara’ah dan mukhabarah, yaitu kerjasama bagi hasil dalam pertanian, baik perkebunan maupun pertanian.

Musaqah (paroan kebun) ialah bila pemilik kebun menyerahkan pemeliharaan kebunnya kepada orang lain, sedang hasil tanaman akan dibagi menurut perbandingan yang telah disetujui sewaktu akad. Musaqah ini telah ada tuntunannya dari masa Nabi SAW berdasarkan sebuah hadits:

“Dari Ibnu Umar RA bahwa Nabi SAW menyerahkan pemeliharaan tanahnya kepada penduduk khaibar, dengan perjanjian mereka akan beroleh sebahagian dari hasilnya, baik berupa buah-buahan maupun tanam-tanaman” (HR. Muslim).

Muzaraah dan mukhabarah (paroan sawah dan ladang) ialah paroan sawah atau ladang, sedang benihnya dari pemilik tanah. Mukhabarah ialah paroan sawah atau ladang, sedang berihnya dari penggarap.

Muzaraah dan mukhabarah ini juga dianjurkan. Keterangan atau alasannya ialah hadits di atas yang menyatakan: “Baik berupa buah-buahan maupun hasil tanam-tanaman”.

Demikain jenis dan macam kerjasama usaha bisnis dalam Islam yang telah jelas cara dan tuntunannya. Semoga bermanfaat.
More aboutKerjasama Usaha Bisnis dalam Ajaran Islam

Kisah Inspirasi Si Penemu Lampu Pijar Thomas Alva Edison

Cerita nyata Thomas Alva Edison si penemu berbagai macam dan yang paling popular temuannya “lampu pijar”, yang akan dipaparkan di bawah ini merupakan kisah inspiratif yang dapat memicu motivasi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan. Dari kisah Thomas Alva Edison tersebut kita dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa kesuksesan itu ada pada proses, yaitu proses mengerjakan ratusan bahkan ribuan percobaan / eksperimen. Dia mengatakan : “Keberhasilan saya ini diperoleh dari 99% keringat/kerja keras, 1% sisanya inspirasi / IQ”.

Ok langsung aja simak paparannya :
Dilahirkan di Negara Milan, tepatnya di Ohio pada tgl 11 Februari 1847 M. Tahun 1854 orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana. Sewaktu kecil Edison hanya sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan. Gurunya memperingatkan Edison kecil bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk mengajar sendiri Edison di rumah (Thomas Alva Edison di DO dari sekolahnya). Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini dilakukan karena ketika di sekolah Edison termasuk murid yang sering tertinggal dan ia dianggap sebagai murid yang tidak berbakat.

Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar. Pada usia sebelas tahun Edison membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.

Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.

Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Oplahnya mencapai 400 sehari.

Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.

Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan percobaan-percobaan tehnik. Tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.

Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium inilah ia menelurkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.

Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam.

Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.

Thomas Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang dibangun pada jalur berputar.

Melewati tahun 1920-an kesehatannya kian memburuk dan beliau meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.


FAKTA UNIK : THOMAS ALVA EDISON menjadikan banyak PELUANG.

Di antara berbagai kisah sukses pendiri General Electric itu terselip beberapa fakta menarik. Berikut ini kami sajikan 10 diantaranya.

Thomas Alva Edison - sulit mendengar tetapi bukan berarti tuli
Edison kerap kali disebut tuli. Padahal ia bukan sama sekali tidak bisa mendengar, namun memiliki kesulitan untuk mendengar secara sempurna. Penyebabnya berbeda menurut beberapa sumber. Ada yang menyebut karena demam ketika ia masih kecil serta beberapa kali infeksi bagian tengah telinga yang tidak diobati. Ada juga yang menyebutkan karena telinganya dipukul kondektur kereta api ketika laboratorium kimianya di gerbong barang terbakar.

Thomas Alva Edison. Surat kabar di atas kereta pertama
Kegemaran Edison bereksperimen di gerbong kereta api membuatnya memiliki laboratorium di dalam gerbong barang meski akhirnya laboratorium itu terbakar. Edison kemudian membangun kembali laboratorium kimia dan percetakan di bagasi mobil. Dari sinilah ia mempublikasikan Grand Trunk Herald yang merupakan surat kabar pertama yang dipublikasikan di atas kereta.

Thomas Alva Edison merancang Dot dan Dash
Edison memiliki 3 orang anak dari pernikahannya dengan Mary Stilwell. Dua orang anaknya diberi nama panggilan unik, Dot (Marion Estelle Edison) dan Dash (Thomas Alva Edison Junior), yang diduga diambilnya dari lambang yang digunakan dalam sandi Morse yaitu titik “.” dan garis “-”.

Thomas Alva Edison Kreatif Melamar Mina dengan kode Morse
Setelah Mary Stilwell meninggal dunia, Edison bertemu Mina Miller yang adalah seorang anak penemu, Lewis Miller. Ia mengajari Mina kode Morse agar mereka dapat berkomunikasi secara rahasia dengan ketukan kode di tangan mereka. Suatu hari Edison bertanya kepada Mina: .- – ..- .-.. -.. -.- – ..- – .- .-. .-. -.- – . yang kemudian dijawab Mina dengan: -.- . … Tak lama kemudian, keduanya pun menikah.

Thomas Alva Edison menolak disebut gagal
Edison memprotes sebuah surat kabar yang memuat judul berita utama: “Setelah 9.955 kali gagal menemukan bola lampu pijar, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”. Ia meminta judul berita itu diganti. Keesokan harinya, atas permintaan Edison, surat kabar itu mengganti judul berita utamanya menjadi: “Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”

Thomas Alva Edison, Paten pertamanya yang gagal
Pada tahun 1869, di usianya yang ke-22, Edison memperoleh paten pertamanya untuk mesin perekam suara telegrafik yang dirancangnya untuk badan legislatif. Dengan alat itu, setiap anggota badan legislatif cukup menggerakkan satu tombol pada mesin yang akan merekam RUU yang dipilihnya. Sayangnya, alat tersebut ditolak badan legislatif karena cara kerjanya yang lambat.

Thomas Alva Edison membuat mesin tato
Pada tahun 1876, Edison mematenkan Stencil-pens, sebuah alat yang kemudian dimodifikasi Samuel O’Reilly untuk menjadi mesin tato pertama. Namun ia tetap dianugerahi penghargaan atas penemuan mesin tato yang pertama.

Thomas Alva Edison si pembuat laboratorium riset industri pertama
Setelah menjual quadruplex telegraf yang dibeli Western Union seharga $10 ribu, Edison menggunakan uang yang diperolehnya untuk membangun sebuah tempat yang sengaja akan dikhususkannya untuk terus menghasilkan serta mengembangkan produk inovasi teknologi. Tempat yang terletak di Menlo Park, New Jersey itu akhirnya berkembang menjadi laboratorium riset industri pertama di dunia.

Thomas Alva Edison si Penyihir Menlo Park
Julukan tersebut didapat Edison setelah berhasil menemukan fonograf pada tahun 1877 sekaligus mengangkat popularitasnya. Pencapaian itu sangat tidak disangka-sangka oleh banyak orang sehingga tampak seperti sihir. Fonograf pertamanya berhasil merekam suara pada kertas timah yang mengelilingi sebuah silinder beralur. Namun kulitas suara yang dihasilkan masih buruk dan hasil rekamannya hanya bisa diputar ulang beberapa kali saja.

Thomas Alva Edison, "Si Penemu Listrik" yang bermanfaat untuk semua
Konsep dan implementasi pembangkit tenaga listrik beserta pendistribusiannya ke rumah, kantor, dan pabrik sangat penting dalam perkembangan dunia industrialisasi modern. Edison lah yang pertama kali muncul dengan konsep itu. Pembangkit tenaga listriknya yang pertama dibangun di Manhattan Island, New York pada 1882.
More aboutKisah Inspirasi Si Penemu Lampu Pijar Thomas Alva Edison

Cerpen : Impian untuk Ayah

Aku terdiam. Pura-pura memperhatikan tayangan telivisi di hadapanku kala ayah baru saja pulang dari kantornya.
“assallamualaikum..” salam ayah lembut seraya memeluk kedua adikku—Rega dan Rani.
“nih ayah belikan donat kesukaan kalian!” ayah tampak mengeluarkan kotak berwarna orange dari dalam tas yang langsung disambut gembira oleh kedua adik ku.
“jangan berebut!” pesannya seraya melintas dihadapanku menuju kamar. Aku meringis.
entah mengapa sedari dulu aku selalu merasa di anak tiri-kan oleh ayah. Sikapnya selalu saja dingin tak seperti pada kak Ryan dan kedua adikku. Dan hal ini lah yang selalu menjadi alasan ku mengapa aku tak betah berada di rumah, semua penghuninya bagaikan orang asing bagi ku-kecuali bunda. Tak jarang aku berfikir apa aku benar-benar anak tiri? Tapi bunda selalu menyanggah hal itu, beliau selalu saja bisa membuat ku yakin bahwa aku ini benar-benar anaknya, namun semenit kemudian keyakinan itu hilang lagi kala dihadapkan dengan nyata sikap ayah pada ku.
“teteh! Makan malam dulu..” panggil bunda dari arah ruang makan. Dengan perasaan enggan ku langkahkan kaki menuju kursi ku yang letaknya tepat di samping depan ayah.
“lesu banget sih teh? Sakit?” Tanya bunda, aku menggelang seraya berusaha sungingkan senyum.
“makan yang banyak ia..” ujar bunda lagi seraya menaruh lauk pauk di piringku.
“yah.. lusa insayaAllah Ryan ikut olimpiade kimia lagi loh..” ujar kak’Ryan di sela makannya.
“oh ya? Hebat deh anak ayah.. harus menang lagi ya!” puji ayah diiringi lirikan tajam kearah ku. Dan aku pura-pura tak peduli.
“gimana kemarin? Novel kamu jadi diterbitin?” Tanya ayah dingin tanpa menatap ku sama “belum ada konfirmasi yah” sahut ku pelan. Ayah berguma tak jelas menanggapinya. Dan lagi perasaan sakit itu muncul jalari tiap inci hatiku, membuat nafsu makan ku hilang seketika. Aku tau di antara anggota keluarga hanya aku yang kurang berminat dengan segala hal berbau ipa, padahal jelas-jelas gen di keluarga ku 100% ipa. Tapi aku berbeda! Aku lebih tertarik tuk merangkai kata dan pada segala hal yang berbau kuno. Yah.. walau ipa ku tak begitu buruk, “ayah tau ga?! Cerpen teh Raras ada di majalah loh!” ucap Rega dengan senyum mengembang. Ayah hanya tersenyum kecil, dan suasana di meja makan-pun seolah berubah menjadi begitu canggung.
“jadi penulis tuh masa depannya belum tentu, iya kalo buku-buku nya laku, kalo enggak?!” ujar ayah menyindir ku.
“tapi yah.. Raras kan pengen jadi ahli Bahasa Asing juga iya kan Ras?” bela bunda dengan tatap yang begitu khawatir ke arah ku. Aku mengangguk.
“jadi ahli bahasa? Mau jadi apa? Guide? Hah! Kaya ga ada kerjaan lain aja!” ucap ayah tajam buat mata ku kian memanas.
“aku beres makannya. Duluan semua..” pamit ku seraya beranjak dari meja.
“Raras!” panggil ayah hentikan langkahku.
“ayah cuma ingin masa depan kamu cerah! Ayah tau kamu berbakat jadi dokter seperti ayah!” ucap ayah lagi entah tuk keberapa ratus kalinya.
Aku tau, jika aku ingin aku bisa saja menjadi seperti apa yang ayah mau. IPA ku tak begitu buruk, Dua kali aku pernah mengikuti olimpiade Biologi dan aku selalu memenangkannya.
“tapi itu bukan Dunia ku yah…” aku berlalu menuju kamar.
Diam-diam airmata mengalir dengan derasnya. Sakit!. Aku tak pernah habis fikir mengapa ayah selalu menganggap rendah impian ku. Padahal aku yakin! Sangan yakin kelak aku dapat sukses dengan gelar Master Bahasa Asing-ku juga dengan semua karya tulis ku!. Aku yakin, aku bias menjadi sosok yang ayah banggakan! Aku yakin……… tapi kenapa yah?
“teh? Bunda masuk ia?” ujar bunda seraya mengetuk pintu kamar ku. Tak lama beliau masuk dan dapati ku tengah terisak di kasur.
“maafin ayah ya..” ujar bunda lagi entah tuk keberapa ratus kalinya setiap kejadian serupa terulang. Aku diam.
“ayah ga maksud nyudutin teteh ko, ayah Cuma pengen semua anaknya sukses kelak..” bunda membelai lembut rambutku membuat isak ku semakin menjadi.
“bunda ga ngrasain sih! Sakit rasanya bunda! Sakit!” ucap ku bergetar, bunda hanya termangu.
aku tau bunda pun bingung harus berbuat apa, disisi lain ia mendukung impian ku namun disisi lain pula ia tak mampu meyakinkan ayah, ayah begitu keras dengan setiap hal yang menjadi keinginannya.
“maafin bunda ya teh..” ujar bunda dalam hati kala melihat ku mulai terlelap, lelah dengan tangis ku.
********************
“Raras!” panggil yumna seraya berlari ke arah ku.
“hey!” sahut ku sesampainya ia di hadapku yang langsung duduk disamping ku.
“semalem habis nangis lagi ia?” aku menggeleng sembari tesenyum.
“bengkak gitu juga matanya! Ayah kamu lagi?” Tanyanya hati-hati, aku hanya tersenyum kecil dengan mata yang berusaha fokus pada buku di tanganku.
Yumna. Dia sahabat ku sejak kecil. Dari mula sekolah dasar hingga sekarang Alliyah kami selalu bersama. Dia adalah pendengar yang baik dan juga seorang penasihat yang mampu buat ku selalu tersnyum.
“ga ko, bukan ayah…” elak ku, walau bagaimana pun ayah adalah ayah ku yang nama baiknya harus selalu ku jaga dalam keadaan apapun.
“ga usah bohong deh! Kita tumbuh bersama, jadi kamu ga bisa bohong sama aku..” yumna mengambil alih buku ku. “ayah kamu nyindir lagi?” dan akhirnya aku mengangguk.
“terus?”
“ia kaya biasa aja..”
“kenapa sih kamu ga nyoba tunjukin cerpen-cerpen kamu?” ujarnya seraya membolak-balik buku catatan sejarah ku yang usai bel istirahat ini akan di ujiankan.
“buat apa yum, di sentuh juga ga akan kali…” ucap ku getir
“tapi kan kamu belum nyoba? Atau mau sama aku di kasihinnya?” tawarnya.
“ga usah makasih, tanpa di coba juga pasti kaya gitu ko…” aku mencoba tersenyum ceria padanya, namun tetap saja tak bisa ku sembunyikan pancaran luka dari mata ku tang tengah bengkak kini.
“terus kabar dari penerbit udah ada?” aku menggeleng.
“aku yakin naskah kamu pasti di terima!” hibur yumna
“nanti kalo udah terbit, kamu wajib ngasih liat ayah kamu! Biar dia tau gimana hebatnya anak perempuannya!” ucap yumna lagi, aku tersenyum diiringi aminn dalam hati.
**************************
Senja kali ini seperti biasa ku habiskan dengan membaca majalah National Geografi yang kali ini memuat sejarah tentang Suku Aztec kuno. Aku sangat suka membaca, terutama buku sejarah kuno. Karna bagi ku ketika membaca aku dapat sejenak melupakan kenyataan yang membelenggu ku dan bagi ku masa lalu itu selalu lebih indah dari sekarang maka dari itu aku begitu menyukai sejarah.
seperti dalam hidup ku, masa lalu itu tampak begitu indah, indah kala ayah masih memanjakanku, masih selalu memujiku, menggendong ku dan hanya ciptakan tawa canda di setiap jengkalnya. Tak seperti sekarang. Ah! Andai aku punya kendali atas waktu, aku ingin selalu dapat kembali ke masa indah itu setiap kali kenyataan lukai batin ku. Ayah.. aku rindu masa-masa itu.
tanpa ku sadari airmata terjatuh ciptakan aliran sungai kecil di pipi. Aku masih ingat bagaimana lembutnya ayah membelai ku kala airmata ku terjatuh—dulu. Ayah….
GRRRRR..GRRRRRR~
handphone di saku rok ku bergetar. Segera ku rogoh benda kecil itu dengan tangan kiri yang sibuk meyeka airmata.
yumna calling~
“assallamualaikum, ada apa yum?”
“cepet buka e-mail kamu sekarang!”perintahnya dari sebrang sana
“kenapa emang?” akku tak mengerti seraya berjalan meraih notebook putih dari atas meja belajar.
“pokonya cepet buka!” dengan segera ku log-in akun g-mail seraya memasang earphone pada handphone ku.
“tadi aku iseng buka website publishing house yang kamu kirim naskah itu loh, terus aku lait cover novel yang katanya bakal segera terbit, judulnya ‘pelangi untuk ayah’, itu judul naskah kamu kan??” ucapnya bersemangat.
“serius kamu yum?! Loading nih jaringannya…” sahut ku dengan rasa antusias bercampur senang dalam hati.
“serius lah….. udah ke buka belom?” tepat saat itu akun g-mail ku terbuka dan ku dapti empat surrel baru disana. Ku klik satu surrel dengan nama penerbit yang tiga bulan lalu ku kirim naskah.
“Raras? Apa katanya?” Tanya yumna di sebrang sana. Aku terdiam, berharap apa yang ku baca ini salah
*********************
“aku ngambil jurusan IPA, sesuai apa yang ayah mau..” sahut ku kala ayah bertanyan mengenai jurusan apa yang akan ku ambil di kelas dua nanti. Ayah tersenyum cerah dan membiarkan ku berlalu usai ia puji berkali-kali. Namun tetap saja hati ku terasa begitu pedih. Seminggu lalu ku dapati naskah ku kembali lewat pos tak lama usai pemberitahuan dari penerbit bahwa naskah ku masih belum layak tuk di muat, dan yang sangat membuat ku sakit tittle ku sama dengan penulis lain yang kini naskah nya telah berwujud novel.

“aku masuk ipa, aku bakal berhenti nulis yum…” ujar sepulang sekolah
“jadi kamu nyerah gitu?! Kamu bakal ninggalin semua ini gitu aja?!” respon yumna kala tau aku memilih jurusan ipa dan akan mulai berhenti menulis agar fokus pada target ku tuk ikuti ke inginan ayah—menjadi dokter.
“kamu baru sekali ini gagal Ras! Aku yakin ko kamu pasti bisa! Ayo dong! Kemana Raras yang selalu optimis yang aku kenal selama ini?! Kemana?!” aku hanya dapat menetap nanar wajah yumna yang kian memerah, geram dengan keputusan yang ku ambil.
“kamu sendiri kan yang bilang ga akan pernah ada orang sukses tanpa mengalami kegagalan terlebih dahulu, iya kan?! Ras….. jangan sia-sia in bakat yang kamu punya. Jangan nyiksa diri kamu dengan hal yang ga sukai..” aku masih saja terdiam. Dengan susah payah ku tahan airmata agar tak terjatuh saat itu, aku ingin terlihat yakin dengan keputusan ku di depan yumna—berpura-pura yakin tepatnya.
“ini pilihan aku yum…maaf ia, aku dah kecewain kamu” dengan setengah berlari ku tinggalkan yumna yang terpaku dengan apa yang ku ucap.

Hari ku terasa hampa kini, baru saja ku simpan setumpuk majalah dan buku yang mulai kini ku tekadkan takan ku baca lagi. Dengan malas ku tata buku-buku baru ke dalam rak yang baru saja ayah berikan padaku.
“baca semua buku ini ok!!” ucap ayah seraya membelai ku lembut. Jujur aku senang dengan perlakuan ayah kini, tapi disisi lain ada luka yang tiap menitnya semakin menjadi. Aku masih belum bisa pungkiri keinginan hati ku.
ku helay nafas beberapa kali, berharap setiap hembusnya dapat ringankan ku.
“hei calon Dokter..” sapa bunda kala melihat ku tengah serius dengan beberapa buku tentang anatomi tubuh. Aku tersenyum.
“senyumnya ga tulus gitu, teteh yakin kan dengan pilihan ini?” aku mengangguk pelan
“tapi kenapa bunda ngerasa teteh kaya yang setengah hati gitu ya?”
“perasaan bunda aja kali..” sahut ku berusaha tersenyum setulus yang aku bisa. Namun gagal. Bunda selalu tau bagaimana perasaanku sekalipun aku tak bercerita padanya.
“teh..kalo semisalkan ga kuat ga usah maksain ya? Bunda selalu dukung apa pun yang teteh lakuin” bunda tersenyum seraya memeluk ku, ku balas pelukkannya dengan sangat erat dengan hati yang tengah ku benah seyakin mungkin dengan jalan yang ku pilih sekarang.
“doain teteh ia bun…” ucap ku lirih, bunda mengangguk “selalu..” sahutnya.
*************************
“wesss calon bu Dokter mah nilai IPA-nya keren semua…” puji beberapa teman kala melihat raport ku. Aku tersenyum hambar. Ku pincingkan mata ke arah Yumna yang tampaknya masih kesal dengan keputusan ku. Ku berani kan diri menghampirinya yang tengah asyik—berpura-pura asyik mungkin dengan beberapa anak yang lain di sudut kelas.
“yum…” sapa ku dengan suara yang nyaris terdengar seperti bisikan. Yumna menatap ku dengan tatapan yang sulit ku jabarkan. “ada apa?” sahutnya ketus
“mulai taun ajaran baru aku bakal pindah…”
mata yumna membelak “ke-kenapa?” aku tersenyum, ternyata dia masih peduli padaku.
“ayah nemuin sekolah yang IPA nya bagus katanya, jadi aku di suruh pindah kesana..”
“selamat ia! Kamu dah jadi robot ayah kamu..” ujarnya sinis dengan yang memerah
“selamat ia Ras….” Ujarnya lagi dengan airmata disisi. Ku peluk erat sahabat ku itu.
“aku ga pinda rumah ko, kita masih bisa main bareng..” ucap ku pelan
“iya..” sahut yumna dengan isak yang membuat seisi kelas menatap heran kea rah kami.

“aku pulang!” ujar ku sesampainya di rumah bersama yumna
“wa’alaikumsallam, gimana raportnya teh?” Tanya bunda
“alhmdulillah bun walau ga masuk tiga besar, nih…” bunda meraih raport dari tangan ku lalu menyuruh ku mengambilkan minum untuk yumna.
“bagus-bagus ko nilainya teh” puji bunda. Aku tersenyum.
“ia dong tante, jam istirahat aja di pake buat belajar..” sahut yumna
“ayah mana bun?” Tanya ku
“di belakang kali, kesana gih…” segera ku langkahkan kaki menuju taman belakang rumah yang kecil namun tampak asri yang menjadi tempat bunda curahkan kecintaanya pada tanaman.
“yah…. Nih liat raport—Ra-ras. . . .” ucap ku terhenti kala melihat ayah tengah menggenggam naskah ku.
“ko kamu buang naskah ini sih?” Tanya nya dengan mata yang terlihat basah
“a-aku. .” ujar ku tergagap. Dengan bayangan hari kemarin dimana ayah kembali dingin padaku.
“naskah bagus gini tuh harus nya di terbitin!” ujarnya parau, betapa kagetnya aku.
“apa yah? Nas-naskah ku bagus?” ayah mengangguk lalu meraih ku ke dalam peluknya.
“maafin ayah yah, ayah ga pernah yakin dengan bakat kamu selama ini, maaf ya teh..” uajr ayah begitu lembut hingga mampu getarkan hati ku.
“mulai sekarang teteh bebas tentuin impian teteh sendiri, ayah ga akan ngatur lagi..” perlahan ayah lepaskan pelukannya dan ku dapati senyuman yang begitu ku rindukan selama ini.
“ayah ga nyangka, sebegitu mulianya impian anak ayah ini, ayah ga nyangka ketertarikan teteh pada bahasa di dasari dengan keinginan siarkan islam ke penjuru dunia, dan tulisan teteh adalah awal dari impian itu… ayah bangga jadi ayah teteh” aku tersenyum seraya sesekali menyeka airmata.
ku lihat bunda dan yumna tersenyum ke arah ku. Dan saat itu lah ku yakini seribu kali-lipat impian ku yang sempat ku tinggalkan kemarin. Aku percaya dan akan selalu percaya dengan apa yang ku pilih sekarang. Aku berjaji takkan ada seorang pun yang dapat patahkan impian ku.

DREAM, DARE, DO!!
By: Santriwati Pesantren Persis Benda
More aboutCerpen : Impian untuk Ayah

Menangislah untuk Perpisahan ini | Selamat Tinggal Ramadhan

Apakah kita termasuk yang merindukan kehadiran bulan ramadhan, saudaraku? Jika ya, inilah keindahan bulan yang kita sangat rindukan itu sedang bersama kita. Inilah detik demi detik waktu, kita laluinya bersamanya. Inilah masa-masa bahagia, masa-masa semakin dekatnya jiwa bersama Allah, masa-masa kedamaian hati yang belum tentu kita saat ia tidak bersama kita lagi.

Saudaraku,
Hiruplah dalam-dalam udara malam-malamnya. Hiruplah dalam-dalam udara sahurnya. Kita kini sedang berada pada hari-hari perpisahan yang sangat memilukan. Perpisahan dengan bulan mulia yang telah hadir bersama seluruh keindahan dan keistimewaannya bersama kita. Perpisahan dengan bulan terindu yang keutamaannya tak dapat dikalahkan oleh apapun yang terindah dalam hidup.

Jika Rasulullah bersabda ,”Barang siapa melakukan satu ibadah sunnah dalam bulan Ramadhan, maka ia seperti orang yang melakukan ibadah wajib di bulan selain Ramadhan. Dan barang siapa yang melakukan ibadah wajib di Bulan Ramadhan maka ia seperti orang yang melaksanakan 70 ibadah wajib di selain Bulan Ramadhan”. (HR Ibnu Khuzaimah). Maka, berpisah dengan bulan ini berarti kita meninggalkan kesempatan meraih pahala kebaikan yang berlipat-lipat.

Jika Rasulullah SAW bersabda, ”Ada dua kegembiraan bagi orang yang berpuasa, kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan tatkala bertemu dengan Allah. “(HR. al-Bukhari dan Muslim). Maka, perpisahan dengan bulan ini, berarti terlewatnya dua momentum kegembiraan di kala buka puasa itu.

Jika Rasulullah SAW bersabda , “Barang siapa yang berpuasa karena keimanan dan semata-mata mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Al Bukhari dan Muslim). Maka perpisahan denagn bulan ini adalah adalah hilangnya kesempatan kita untuk memperoleh ampunan Allah SWT terhadap dosa-dosa kita yang menggunung.

Saudaraku,
Jika Rasulullah bersabda , “Barang siapa yang menunaikan qiyamul lail pada Bulan Ramadhan karena keimanan dan semata-mata mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Al Bukhari dan Muslim). Maka usainya kebersamaan kita dengan bulan ramadhan adalah lenyapnya kesempatan kita untuk menunaikan sholat malam dengan jamina pahala ampunan atas dosa dan kekhilafan, yang kita sudah tenggelam di dalamnya. Jika Rasulullah SAW bersabda, “ Siapa saja yang shalat tarawih bersama imam hingga selesai , akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzazi, An-Nasai dan Ibnu Majah) Lalu bagaimana dengan kualitas shalat tarawih yang sudah kita lakukan? Perpisahan dengan bulan suci ini, berarti juga kita kan kehilangan pahala shalat tarawih. Kehilangan pahala semalam suntuk.

Saudaraku,
Jika para salafushalih, selama bulan ini berlomba memperbanytak mambaca al-qur’an. Malaikat jibril memperdengarkan Al-Qur’an kepada Rasullah SAW pada bulan Ramadhan. Utsman bin affan mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari pada bulan ramadhan. Sebagasin salafushalih mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sholat tarawih setiap tiga malam sekali, tujuh malam sekali dan sepuluh malam sekali. Mereka selalu membaca Al-Qur’an baik di dalam shalat maupun diluar shalat.

Jika Imam Asy-Syafi’I dapat mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak enam puluh kali di luar sholat dalam bulan ramadhan. Sementara Al-Aswad mengkhatamkannya setiap dua hari sekali. Qatadah selalu mengkhatamkannya setiap tujuh hari sekali di luar Ramadhan, sedangkan dalam bulan Ramadhan ia mengkhatamkannya setiap tiga hari sekali. Dan pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan dia mengkhatamkannya setiap malam. Pada bulan Ramadhan Imam Az-Zuhri menutup majelis-majelis hadits dan majelis-majelis ilmu yang biasa diisinya. Ia mengkhususkan diri membaca Al-Qur’an dari mushaf. Dan Imam Ats-Tsauri beliau meninggalkan ibadah-ibadah lain dan mengkhususkan diri untuk membaca Al-Qur’an.

Saudaraku,
Jika mereka demikian tinggi semangat dan mujahadahnya membaca Al-Qur’an di bulan ini, bagaimana dengan ibadah membaca Al-Qur’an yang kita lakukan? Bila Ramadhan beerlalu, berarti kita kehilangan kesempatan agung untuk memperoleh barokah istimewa dari membca Al-Qur’an di bulan ini.

Jika Allah berfirman “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. “ (Q.S. Al-Qadr :1-3). Dan jika Rasulullah SAW senantiasa mencari malam lailatul Qadr dan memerintahkan sahabat untuk mencarinya. Beliau membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir dengan harapan mendapatkan malam lailatul Qadr.

Jika dalam Musnad Ahmad dari Ubadah, Rasulullah SAW bersabda “barangsiapa yang bangun sebagai usaha untuk mendapatkan malam lailatul Qadr, lalu ia benar-benar mendapatkannya, niscata akan diampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang. “

Jika kaum salaf dari kalangan sahabat dan tabiin mandi dan memakai minyak wangi pada sepuluh malam terakhir untuk mencari malam lailatul Qadr, malam yang telah dimuliakan dan diangkat deerajatnya oleh Allah, maka perginya bulan ini dari sisi kita berarti terlewatnya kesempatan yang tak pernah terbayar dalam seluruh hidup kirta sekalipun. Berati banyaknya kesempatan kita untuk memperoleh keberuntungan seribu bulan yang sangat jauh lebih lama dibanding usia kita sendiri.

Saudaraku,
Jangan kau sia-siakan detik-detik perpisahan ini. Rasakan benar-benar kehadiran kita disini di bulan ini. Latunkan dzikir, tilawah al-Qur’an, munajat, permohonan ampun disini.

Buang kepenatan hilangkan rasa lelah. Hanya untuk hari-hari terakhir menjelang perpisahan dengan bulan penuh kemuliaan. Kejarlah segala yang terluput dari diri kita pada malam Lailatul Qadr. Sekarang saudaraku jangan tunda lagi
Dan menangislah. Karena kita pun harus berpisah dengan bulan ini…
Dikutip dari majalah tarbawi majalah kita semua edisi 49 tahun 4.
More about Menangislah untuk Perpisahan ini | Selamat Tinggal Ramadhan